Sementara Lubuk Karak, meski secara matematis belum tertutup, praktis membutuhkan keajaiban untuk lolos ke babak 16 besar.
Zona 2: Pulau Punjung Tunda Pesta Siguntur, Grup Neraka Makin Membara
Predikat "grup neraka" di Zona 2 semakin terbukti. Hingga pekan keenam belum ada satu pun tim yang mampu mendominasi persaingan karena seluruh kandidat saling mengalahkan.
IV Koto Pulau Punjung yang sejatinya sudah kehilangan peluang lolos sejak pekan kelima justru menjadi penunda pesta Siguntur FC.
Tim yang sudah tidak memiliki kepentingan itu tampil mengejutkan dengan menaklukkan Siguntur 1-0, sekaligus menggagalkan langkah Siguntur yang sebelumnya digadang-gadang menjadi tim pertama dari zona ini yang memastikan tiket ke babak 16 besar.
Di pertandingan lainnya, duel dua kandidat kuat, Gunung Medan dan tuan rumah Sungai Dareh, berakhir imbang 1-1.
Hasil tersebut membuat Sikabau, Siguntur, Gunung Medan, dan Sungai Dareh sama-sama mengoleksi tujuh poin.
Dengan komposisi itu, kepastian dua wakil Zona 2 baru partai akhir, menjadikan zona ini sebagai persaingan paling ketat di DCL 2026.Zona 3: Timpeh Dominan, Ranah Palabi Masih Mengintai
Timpeh tampil paling konsisten dengan raihan 11 poin dari lima pertandingan, sementara Tabek menguntit dengan 10 poin dari empat laga.
Namun persaingan belum selesai. Ranah Palabi yang masih menyisakan dua pertandingan, termasuk menghadapi pemuncak klasemen, masih berpeluang merusak dominasi dua tim teratas.
Sebaliknya, Sungai Duo dipastikan gagal lolos karena meski masih bisa menyamai poin Tabek, mereka kalah head to head.
Editor : Editor
