Padang, - Pemerintah Kota Padang resmi menerima kunjungan Tim Monitoring Kementerian Dalam Negeri di Rumah Dinas Wali Kota Padang, Senin (20/7/2026).
Pertemuan ini membahas pemanfaatan Transfer Ke Daerah dan Desa (TKD) tambahan, percepatan rehabilitasi, serta rencana mitigasi bencana jangka panjang.
Kegiatan dihadiri Wali Kota Padang Fadly Amran, Wakil Wali Kota Maigus Nasir, Stafsus Mendagri Kastorius Sinaga, Sekretaris Ditjen Bina Keuangan Daerah Kemendagri Horas Maurits Panjaitan, Sekda Padang Raju Minropa, serta kepala dinas terkait seperti Perkim, BPBD, dan PUPR.
Pemko Padang menerima alokasi TKD tambahan sebesar Rp371,85 miliar yang dialokasikan khusus untuk penanganan dampak bencana dan mitigasi risiko. Saat ini proses tender berbagai proyek penanganan bencana telah resmi dimulai.
Tim Kemendagri hadir untuk memberikan masukan, memantau tahapan, serta memastikan sinergi antara pusat dan daerah berjalan optimal.
Sebelumnya, tim juga telah meninjau langsung pembangunan Hunian Tetap (Huntap) di kawasan Bumi Perkemahan Pramuka, Kelurahan Balai Gadang. Langkah cepat Pemko Padang dinilai sangat positif dan menjadi contoh daerah lain.Fokus utama pembangunan Huntap tidak hanya bagi warga terdampak langsung bencana, tetapi juga bagi masyarakat yang berpotensi direlokasi akibat proyek strategis Kementerian PUPR.
Pemko Padang berharap alokasi dana TKD juga mendukung kawasan relokasi lengkap dengan fasilitas penunjangnya.
Wali Kota Fadly Amran menjelaskan, "Lebih dari 300 miliar dana TKD khusus untuk penanganan dan mitigasi bencana, dan hari ini tender sudah dimulai. Alhamdulillah tim hadir memberi saran, dan kami sampaikan soal Huntap: bukan hanya untuk terdampak, tapi juga untuk relokasi proyek pusat."
Pembangunan infrastruktur penanganan banjir akan mengusung konsep green infrastructure serta proyek skala besar.
Editor : Editor
