Pada triwulan I Tahun 2026, ekonomi Sumatera Barat tumbuh sebesar 5,02 persen secara year-on-year dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
Menurut Vasko, hampir seluruh sektor ekonomi mengalami pertumbuhan positif, kecuali sektor pengadaan listrik dan gas yang masih mengalami kontraksi.
Pertumbuhan tertinggi dicatat sektor penyediaan akomodasi dan makan minum sebesar 17,77 persen, diikuti sektor jasa lainnya sebesar 9,10 persen, serta jasa keuangan dan asuransi sebesar 7,94 persen.
"Kinerja ini menunjukkan bahwa sektor jasa, pariwisata, dan aktivitas pendukung ekonomi masyarakat menjadi salah satu penggerak utama pertumbuhan ekonomi Sumatera Barat pada awal tahun 2026," ujarnya.
Ia juga optimistis perekonomian Sumbar akan semakin menguat pada triwulan II Tahun 2026.
Penguatan tersebut didorong meningkatnya aktivitas ekonomi masyarakat selama Ramadan hingga Idulfitri, termasuk tingginya mobilitas masyarakat saat mudik yang memberikan dampak positif terhadap berbagai sektor usaha.
Dari sisi permintaan, konsumsi rumah tangga diperkirakan tetap menjadi motor utama pertumbuhan ekonomi seiring meningkatnya pendapatan masyarakat dan membaiknya tingkat keyakinan konsumen.Sementara dari sisi investasi, pertumbuhan diproyeksikan meningkat berkat berlanjutnya berbagai Proyek Strategis Nasional, termasuk mulai beroperasinya Jalan Tol Padang–Sicincin yang diharapkan mampu meningkatkan konektivitas, efisiensi distribusi barang dan jasa, serta mendorong investasi di berbagai wilayah.
Selain itu, kinerja ekspor diperkirakan terus membaik sejalan dengan tren peningkatan sejak triwulan I Tahun 2025.
Sektor-sektor yang berkaitan dengan pariwisata, seperti perdagangan, transportasi dan pergudangan, serta penyediaan akomodasi dan makan minum, juga diproyeksikan mencatat pertumbuhan yang lebih baik seiring meningkatnya mobilitas dan aktivitas wisata masyarakat. (***)
Editor : Editor
