Digagas oleh Rafdinal, 116 Orang Tua Anak CP Ikuti Pelatihan Terapi

Anggota Komisi III DPRD Sumbar Rafdinal bersama Wakil Wali Kota Bukittinggi Ibnu Asis dan peserta pada pembukaan Bimbingan Teknis Terapi bagi Orang Tua Pendamping Anak Penyandang Cerebral Palsy di Bukittinggi, Rabu (29/7/2026). (Foto: Ist)
Anggota Komisi III DPRD Sumbar Rafdinal bersama Wakil Wali Kota Bukittinggi Ibnu Asis dan peserta pada pembukaan Bimbingan Teknis Terapi bagi Orang Tua Pendamping Anak Penyandang Cerebral Palsy di Bukittinggi, Rabu (29/7/2026). (Foto: Ist)

Bukittinggi, - Puluhan orang tua yang mendampingi anak penyandang Cerebral Palsy (CP) di Sumatera Barat (Sumbar) mengikuti pelatihan terapi selama tiga hari, 29–31 Juli 2026.

Melalui pelatihan tersebut, para orang tua diharapkan mampu melakukan terapi secara mandiri di rumah, mengingat masih terbatasnya jumlah fisioterapis di Sumbar.

Pelatihan bertajuk Bimbingan Teknis Terapis bagi Orang Tua Pendamping dan Anak Penyandang Disabilitas Anak Berkebutuhan Khusus (ABK) Angkatan II itu diselenggarakan oleh Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk, dan Keluarga Berencana (DP3AP2KB) Provinsi Sumatera Barat melalui dana Pokok-Pokok Pikiran (Pokir) Anggota Komisi III DPRD Sumbar, Rafdinal.

Kegiatan tersebut juga bekerja sama dengan Yayasan Rumah Gadang Cerebral Palsy (Raga CP) dan digelar di salah satu hotel di Bukittinggi.

Rafdinal mengatakan, pelatihan tersebut merupakan program yang dilaksanakan setiap tahun. Sepanjang 2026, kegiatan telah digelar dalam dua angkatan dengan jumlah peserta masing-masing 58 orang tua pendamping, sehingga total mencapai 116 peserta.

"Anak penyandang Cerebral Palsy membutuhkan fisioterapi secara berkelanjutan. Namun, dalam praktiknya jumlah fisioterapis di Sumatera Barat masih sangat terbatas. Karena itu, peran orang tua dan pendamping menjadi sangat penting untuk menunjang perkembangan anak," ujar Rafdinal saat pembukaan kegiatan, Rabu malam (29/7).

Ia menjelaskan, untuk mengatasi keterbatasan tenaga fisioterapis, pelaksanaan bimtek angkatan kedua turut melibatkan akademisi dan mahasiswa Universitas Fort De Kock Bukittinggi sebagai peserta.

Menurut Rafdinal, tantangan lain yang dihadapi pemerintah daerah adalah belum tersedianya data yang akurat mengenai jumlah penyandang Cerebral Palsy di Sumatera Barat. Padahal, jumlah penyandang CP diperkirakan cukup banyak.

Karena itu, pihaknya bekerja sama dengan Yayasan Rumah Gadang Cerebral Palsy (Raga CP) untuk mendata sekaligus menghimpun para orang tua pendamping penyandang CP agar dapat mengikuti berbagai kegiatan pembinaan, termasuk pelatihan terapi mandiri yang dapat diterapkan di rumah.

"Dengan pelatihan ini, kami berharap orang tua tidak hanya bergantung pada layanan fisioterapi di fasilitas kesehatan, tetapi juga mampu memberikan terapi dasar secara mandiri di rumah untuk mendukung tumbuh kembang anak penyandang Cerebral Palsy," tutup Rafdinal.

Editor : Editor
Banner InfografisBanner - GorBanner Rahmat Saleh - Gema
Bagikan

Berita Terkait
Terkini