“Nantinya akan menggunakan salah satu instrumen BUMN fiskal, yaitu SMV, untuk mengelolanya. Dengan skema ini, pembiayaan tidak langsung menjadi tanggung jawab APBN,” jelasnya.
Purbaya menambahkan KCIC tetap akan memperoleh dukungan pendanaan untuk kebutuhan operasional, pemeliharaan, dan pengembangan layanan. Dana tersebut akan disalurkan melalui SMV sebelum masuk ke perusahaan.
Baca juga: Aplikasi Penghasil Uang 2026, Cat Match Ini Terbukti Cairkan Saldo Dana Gratis Rp280 Ribu
Selain itu, pemerintah juga telah berkomunikasi dengan mitra Tiongkok terkait keberlanjutan proyek. Menurutnya, kerja sama masih akan berlanjut, bahkan terbuka peluang pengembangan jaringan kereta cepat hingga Jawa Timur.
“Kami juga sudah berbicara dengan pihak Tiongkok. Sepertinya mereka masih ingin melanjutkan proyek ini. Bahkan jika memungkinkan, proyek kereta cepat tersebut akan diperpanjang hingga Jawa Timur,” kata Purbaya. (***) Editor : Editor