Ia menilai investasi sebesar Rp1,5 triliun akan melahirkan dampak berantai terhadap berbagai sektor ekonomi masyarakat.
“Pastilah banyak efek dominonya. Jika ini tuntas dan berjalan baik, Tanjung Alam akan mendapatkan manfaat ekonomi yang besar dari keberadaan sekolah ini,” katanya.
Selain sektor pertanian dan perdagangan, peluang usaha baru diperkirakan muncul di bidang kuliner, penginapan, jasa laundry, jasa jahit, toko alat tulis, fotokopi, transportasi, hingga berbagai sektor UMKM lainnya.
Kunjungan orang tua siswa dan tamu sekolah juga diperkirakan ikut menggerakkan ekonomi lokal.Karena itu, banyak pihak menilai Sekolah Rakyat Tanjung Alam bukan hanya proyek pendidikan, tetapi juga berpotensi menjadi mesin pertumbuhan ekonomi baru bagi masyarakat Tanah Datar. (***)
Editor : Editor