Dari Keraguan Menuju Kepercayaan, Saat Danantara Mulai Menunjukkan Hasil

Ilustrasi.
Ilustrasi.

Jakarta, - Ketika Danantara resmi hadir sebagai badan pengelola investasi negara, respons publik terbelah.

Sebagian melihatnya sebagai terobosan besar dalam pengelolaan aset negara. Sebagian lainnya memilih menunggu, bahkan menyimpan keraguan.

Pertanyaan yang muncul saat itu sederhana namun mendasar: apakah aset negara yang selama ini tersebar di berbagai BUMN benar-benar bisa dikelola lebih produktif melalui satu payung pengelolaan?

Setahun kemudian, sejumlah indikator mulai memberikan jawaban.

Dalam pidatonya pada Sidang Tahunan MPR dan Sidang Bersama DPR-DPD di Gedung Parlemen Senayan, Jumat (14/8/2026).

Presiden Prabowo Subianto mengungkapkan bahwa laba agregat BUMN sepanjang 2025 mencapai sekitar Rp326 triliun.

Angka tersebut menjadi salah satu capaian terbesar dalam sejarah pengelolaan perusahaan negara.

Namun, bagi banyak kalangan, makna capaian itu tidak hanya terletak pada besarnya laba. Yang lebih menarik justru perubahan yang terjadi di balik angka tersebut.

Transformasi BUMN tidak lagi hanya diukur dari siapa yang mencatatkan keuntungan terbesar.

Fokus kini bergeser pada seberapa efisien perusahaan bekerja, seberapa produktif aset yang dimiliki, serta seberapa profesional manajemen menjalankan bisnis.

Editor : Editor
PWI Sumbar 2PWI SumbarHJK Padang 357 - JPSHJK Padang 357 - JPS 2HJK Padang 357 - FWP DPRD SumbarHJK Padang 357 - KI Sumbar
Bagikan

Berita Terkait
Terkini