Atome Finance Indonesia Turun Langsung ke Palupuh, Bantu UMKM Bangkit Pasca Bencana dengan PLTS dan Mesin Produksi

Atome Finance Indonesia Turun Langsung ke Palupuh, Bantu UMKM Bangkit Pasca Bencana dengan PLTS dan Mesin Produksi
Atome Finance Indonesia Turun Langsung ke Palupuh, Bantu UMKM Bangkit Pasca Bencana dengan PLTS dan Mesin Produksi

AGAM — Dalam upaya mempercepat pemulihan ekonomi masyarakat terdampak bencana banjir bandang dan tanah longsor di Sumatera Barat, PT Atome Finance Indonesia (“Atome Finance”) meluncurkan program Corporate Social Responsibility (CSR) kolaboratif bertajuk "Atome Untuk Negeri 2026: Powering Recovery. Driving Sustainability" di Kecamatan Palupuh, Kabupaten Agam, Kamis (13/8).

Melalui program CSR, Atome Finance menyerahkan bantuan infrastruktur energi bersih terbarukan berupa 1 unit Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) Off-Grid berkapasitas 1,1 kWp di Rumah Produksi Kopi Bundo Pagadih (KUPS Alam Merdeka), serta 20 unit peralatan produksi modern bagi para pelaku UMKM yang terbagi dalam klaster kopi, garmen/jahit, dan kuliner olahan makanan.

Tidak hanya menyalurkan bantuan fisik, sebanyak 54 karyawan termasuk jajaran manajemen eksekutif Atome Finance terjun langsung ke lapangan untuk memfasilitasi Literasi Keuangan Digital berupa Edukasi Keuangan dengan judul Mengelola Risiko Keuangan bagi UMKM yang Tangguh dan Berkembang, serta terlibat dalam kerja lapangan produktif (Immersive Field Work) bersama warga setempat.

Direktur Utama PT Atome Finance Indonesia Ibu Meri Ui menyampaikan bahwa kehadiran langsung manajemen dan karyawan ke lokasi bencana merupakan komitmen perusahaan untuk memberikan dampak sosial yang nyata dan berkelanjutan.

"Bencana alam memberikan dampak yang besar bagi masyarakat, termasuk bagi pelaku UMKM yang harus kembali membangun usahanya. Melalui intervensi energi terbarukan PLTS Off-Grid dan mesin produksi modern ini, kami ingin memastikan UMKM di Kecamatan Palupuh dapat segera kembali berproduksi secara mandiri dan mengembangkan usahanya. Bantuan ini kami lengkapi dengan literasi keuangan agar para pelaku usaha memahami pengelolaan risiko keuangan dan memiliki ketahanan finansial jangka panjang," ujarnya di Palupuh, Agam.

Editor : MS
Bagikan

Berita Terkait
Terkini