“Tidak semua anak suka makan ikan. Karena itu, kita perlu pendekatan yang berbeda agar ikan tidak dianggap sebagai makanan yang membosankan. Melalui GAS, anak-anak dikenalkan dengan berbagai olahan ikan yang lebih menarik dan sesuai dengan selera mereka,” ujarnya.
Hastho mengatakan GAS dilaksanakan melalui edukasi mengenai manfaat ikan, kegiatan makan bersama, serta pengenalan berbagai olahan ikan kepada siswa sehingga anak tidak hanya mengetahui manfaat ikan, tetapi juga mendapatkan pengalaman langsung dalam mengonsumsinya.
“Yang kita bangun bukan hanya kegiatan makan ikan, tetapi kebiasaan. Kita ingin anak-anak mengenal ikan, menyukainya, kemudian terbiasa mengonsumsinya sebagai bagian dari menu sehari-hari,” katanya.
Menurut Hastho, pembiasaan konsumsi ikan sejak usia sekolah juga menjadi salah satu bagian dari upaya mendukung pencegahan stunting karena pemenuhan gizi yang baik selama masa pertumbuhan penting untuk mendukung tumbuh kembang anak.“Pencegahan stunting harus dilakukan sejak dini. Edukasi mengenai makanan bergizi perlu terus diberikan kepada anak dan keluarga. Kita ingin masyarakat memahami bahwa makanan bergizi tidak harus mahal dan ikan bisa menjadi salah satu pilihan pangan bergizi,” ujarnya.
Editor : MS