Hastho menegaskan GAS merupakan kampanye edukasi, bukan program bantuan, dengan tujuan membangun pengetahuan, kesadaran, dan kebiasaan konsumsi ikan di kalangan anak sekolah.
Ia mengatakan upaya tersebut sejalan dengan komitmen Bupati Dharmasraya Annisa Suci Ramadhani dalam membangun kualitas sumber daya manusia melalui penguatan pemenuhan gizi masyarakat.
Menurutnya, Pemerintah Kabupaten Dharmasraya juga memiliki program unggulan bantuan permakanan bagi ibu hamil dan ibu menyusui sebagai bagian dari upaya meningkatkan pemenuhan gizi sekaligus mencegah stunting sejak dini. Program tersebut diberikan secara bertahap sejak masa kehamilan hingga enam bulan setelah melahirkan.
“Semua program ini saling melengkapi. Ada upaya pemenuhan gizi bagi ibu hamil dan ibu menyusui, kemudian ada edukasi dan pembiasaan makan ikan kepada anak-anak di sekolah. Tujuannya sama, yaitu menyiapkan generasi Dharmasraya yang sehat, cerdas, dan berkualitas,” kata Hastho.Ia menilai pembangunan kualitas SDM harus dilakukan secara berkelanjutan karena kesehatan dan kecukupan gizi sejak dini akan menjadi salah satu fondasi bagi kemampuan anak untuk tumbuh, belajar, dan berkembang secara optimal.
“Anak-anak yang sekarang kita siapkan adalah generasi yang akan menentukan masa depan daerah dan bangsa. Karena itu, mereka harus tumbuh sehat, cerdas, dan memiliki kualitas yang baik. Ini merupakan investasi untuk menyongsong Indonesia Emas 2045,” ujarnya.
Editor : MS