Lebih lanjut menurutnya pada saat pilkada 2024, sosialisasi lapau demokrasi dilaksanakan secara serentak dan tersebar di 75 nagari yang terdapat di 14 kecamatan.
KPU Tanah Datar dalam malaksanakan sosialisasi ini dibantu panitia pemilihan di tingkat kecamatan dan nagari.
“KPU Tanah Datar dalam kegiatan ini menerima masukan dan saran dalam evaluasi program pendidikan pemilih berkelanjutan. Melalui sharing knowledge dan diskusi ini, kami bisa mendapatkan masukan sekaligus melihat inovasi yang bisa diterapkan kedepannya" ujarnya.
Penulis buku lapau ruang diplomasi politik masyarakat Dr. Wirdanengsih dalam pemaparan diskusinya menagatakan “Lapau memiliki makna yang jauh lebih luas sebagai ruang interaksi sosial, arena pertukaran informasi, serta medium pembentukan opini publik dalam Masyarakat, aktivitas yang terjadi di dalamnya tidak hanya bersifat ekonomi, tetapi juga sosial dan kultural. Percakapan di lapau, yang dikenal sebagai ota lapau, sering kali mencerminkan dinamika sosial masyarakat, termasuk isu politik, ekonomi, hingga persoalan adat” ungkapnya.
Lapau aktivitas yang terjadi di dalamnya tidak hanya bersifat ekonomi, tetapi juga sosial dan kultural. Percakapan di lapau, yang dikenal sebagai ota lapau, sering kali mencerminkan dinamika sosial masyarakat, termasuk isu politik, ekonomi, hingga persoalan adatDalam kegiatan tersebut, jajaran KPU juga membahas pengalaman pelaksanaan sosialisasi dan pendidikan pemilih pada tahapan Pemilu dan Pilkada sebelumnya.
Pertukaran pengalaman diharapkan melahirkan program yang lebih kreatif, efektif, dan sesuai dengan kebutuhan masyarakat. (***)
Editor : Editor