Solok, - Kondisi kabut asap yang terdeteksi di sejumlah wilayah Sumatera Barat menjadi perhatian terhadap aktivitas masyarakat.
Di tengah kondisi tersebut, Anggota DPRD Provinsi Sumatera Barat Daswippetra, Dt Mjj Alam menyalurkan 20 ribu masker untuk masyarakat dan pelajar di Kota dan Kabupaten Solok.
Sebanyak 10 ribu masker sebelumnya telah dibagikan kepada masyarakat umum. Selanjutnya, 10 ribu masker disalurkan ke sekolah-sekolah untuk membantu pelajar menghadapi kondisi udara yang kurang baik.
Langkah tersebut dilakukan sebagai bentuk kepedulian terhadap masyarakat yang tetap menjalankan aktivitas di tengah kondisi kabut asap.
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) sebelumnya melaporkan adanya sebaran asap di sejumlah wilayah Sumatera, termasuk Sumatera Barat.
Kondisi atmosfer yang relatif kering selama musim kemarau disebut turut meningkatkan potensi kebakaran hutan dan lahan serta meluasnya sebaran asap.
BMKG juga mengingatkan bahwa kabut asap dapat berdampak terhadap kualitas udara, kesehatan masyarakat, jarak pandang dan aktivitas transportasi.Kelompok rentan, termasuk anak-anak, perlu mendapat perhatian ketika kondisi udara memburuk.
Kondisi serupa juga berdampak pada aktivitas pendidikan di Solok Selatan.
Pemerintah Kabupaten Solok Selatan pada 17 September 2026 mengeluarkan kebijakan penyesuaian pembelajaran setelah kualitas udara di daerah tersebut terdampak kabut asap selama beberapa pekan.
Editor : Editor