Bahas Impor Gula, Rahmat Saleh Tekankan Transparansi dan Kepastian bagi Petani

Anggota Komisi VI DPR RI Fraksi PKS Rahmat Saleh saat RDPU Panja Pengawasan Impor Gula bersama Asosiasi Petani Tebu RI di Gedung DPR RI, Senin (21/9/2026). (Foto: Ist)
Anggota Komisi VI DPR RI Fraksi PKS Rahmat Saleh saat RDPU Panja Pengawasan Impor Gula bersama Asosiasi Petani Tebu RI di Gedung DPR RI, Senin (21/9/2026). (Foto: Ist)

”Harga gula diharapkan tetap berada pada tingkat yang wajar, sementara industri tetap memperoleh kepastian untuk menjalankan usahanya,” katanya.

Selain persoalan gula, pembahasan juga menyentuh kebijakan subsidi pupuk.

Rahmat mendorong adanya pendalaman terhadap formula subsidi agar pemenuhan kebutuhan pupuk petani dapat menjadi pertimbangan utama.

Dia juga menyinggung informasi mengenai ketersediaan pupuk yang disebut mengalami surplus hingga terdapat yang diekspor. Kondisi tersebut dinilai perlu dilihat bersama dengan kebutuhan petani di dalam negeri.

“Standar baku dan formula pemenuhan kebutuhan harus jelas, sehingga kebijakan pupuk benar-benar menjawab kebutuhan petani,” katanya.

Rahmat berharap dengan adanya transparansi dan pembenahan tata kelola, dapat memberikan efek positif yang tidak hanya ke petani, tapi juga secara tata niaga.

”Kita harapkan hal-hal ini nantinya dapat dilaksanakan agar petani juga tenang, secara tata niaga juga berkelanjutan, termasuk pemerintah transparan,” harapnya. (***)

Editor : Editor
Banner Ultah Golkar 20
Bagikan

Berita Terkait
Terkini