Moda transportasi berbasis rel dinilai mampu memperlancar pergerakan barang dan menekan biaya distribusi di sejumlah wilayah.
Andre menilai reaktivasi jalur kereta api tersebut akan memberikan dampak ekonomi yang luas. Selain mendukung aktivitas perdagangan, proyek itu juga diyakini mampu mendorong sektor pariwisata di daerah yang dilalui jalur kereta api.
"Ini komitmen kami, komitmen Presiden Prabowo untuk terus mengawal agar konektivitas dan pembangunan di Sumatera Barat benar-benar dirasakan masyarakat," katanya.
Dengan dimulainya reaktivasi jalur kereta api pada akhir Oktober 2026, masyarakat Sumatera Barat diharapkan kembali menikmati layanan transportasi yang menghubungkan sejumlah daerah strategis sekaligus menghidupkan kembali jalur bersejarah yang pernah menjadi tulang punggung konektivitas di Ranah Minang. (***) Editor : Editor