“Yang paling penting adalah bagaimana generasi muda ikut terlibat dan mendapatkan pengalaman langsung. Mereka tidak hanya melihat kebudayaan sebagai sesuatu yang diwariskan, tetapi juga memahami nilai, praktik, dan kreativitas yang dapat dikembangkan dari budaya tersebut,” jelas Fadhli.
Melalui pelaksanaan kegiatan itu, Dinas Kebudayaan Sumbar berharap keberadaan NCH dapat menjadi ruang tumbuhnya ekosistem kebudayaan di tingkat nagari. Selain menjaga kesinambungan, program tersebut juga diharapkan membuka ruang kreativitas bagi generasi muda untuk mengembangkan potensi budaya lokal sesuai perkembangan zaman.
Dengan demikian, pelestarian kebudayaan tidak hanya dilakukan melalui kegiatan seremonial, tetapi diarahkan menjadi aktivitas yang tumbuh bersama masyarakat dan memiliki keberlanjutan di masing-masing nagari. (Adpsb/bud) Editor : MS