Harti Ningsih (Ning), ahli gastronomi asal Sumatera Barat, menyampaikan materi mengenai Penguatan Potensi Ekonomi Kreatif Lokal.
Peserta diajak melihat kekayaan sumber daya alam dan kuliner khas daerah sebagai potensi yang dapat dikembangkan menjadi produk dengan nilai tambah dan daya saing lebih tinggi.
Materi berikutnya disampaikan Verinita, Lektor Universitas Andalas, yang membahas Pengembangan Desa Kreatif serta manfaatnya bagi pelaku ekonomi kreatif.
Dalam pemaparannya, peserta mendapatkan gambaran mengenai bagaimana desa dapat dikembangkan menjadi ruang kreativitas dan kolaborasi yang turut menopang perekonomian masyarakat.
Melalui kegiatan tersebut, para pelaku ekonomi kreatif didorong untuk mengenali, menggali dan mengembangkan potensi lokal yang dimiliki masing-masing daerah.
Desa kreatif juga diharapkan dapat menjadi ruang bersama bagi masyarakat untuk membangun jejaring, berinovasi dan mengembangkan usaha kreatif secara berkelanjutan.
Salah seorang peserta, Noris Nenny Maulida, menilai kegiatan tersebut memberikan perspektif baru bagi pelaku ekonomi kreatif untuk kembali bergerak dan membangun kolaborasi.“Pelatihan Aktivasi Ruang Kreatif Merah Putih telah membuka kembali pola pikir para pelaku ekraf untuk bangkit, bergerak bersama demi memulihkan ekonomi,” ujarnya.
Penyelenggaraan Aktivasi Ruang Kreatif Merah Putih di Tanah Datar diharapkan dapat memperkuat ekosistem ekonomi kreatif yang tangguh, mandiri dan berkelanjutan.
Selain itu, kegiatan tersebut diharapkan mampu mendorong lahirnya berbagai produk lokal berkualitas yang memiliki nilai tambah serta berpeluang menjangkauuji pasar yang lebih luas.
Editor : Editor