Ia juga mengapresiasi keterbukaan Irjen Pol. Djati dalam membangun komunikasi dengan masyarakat dan insan pers melalui forum “Duduak Basamo”. Menurut Mahyeldi, pendekatan tersebut sejalan dengan budaya Minangkabau yang mengedepankan musyawarah, kebersamaan, dan penyelesaian persoalan melalui komunikasi.
“Dengan duduk bersama, banyak hal yang bisa kita kolaborasikan dan sinergikan. Tetapi ketika sendiri, tentu kita memiliki keterbatasan sehingga hasilnya pun akan menjadi kurang optimal,” ujarnya.
Mahyeldi juga mengapresiasi penguatan integritas internal jajaran Polda Sumbar serta kehadiran kepolisian dalam penanganan berbagai persoalan masyarakat, termasuk saat bencana banjir dan longsor di Kabupaten Solok. Menurutnya, dukungan kepolisian dalam pencarian warga yang hilang dan penyediaan dapur bagi masyarakat terdampak, menjadi salah satu contoh nyata hadirnya negara di tengah masyarakat.
“Walaupun pendek dari segi waktu, tetapi dampaknya kepemimpinannya begitu terasa bagi masyarakat Sumatera Barat,” ungkap Mahyeldi.Kepada Kapolda Sumbar yang baru, Irjen Pol. Jawari, Mahyeldi berharap berbagai praktik baik yang telah dibangun dapat dilanjutkan dan diperkuat. Ia juga mengajak seluruh unsur Forkopimda dan masyarakat untuk terus membangun kolaborasi dalam menjaga stabilitas keamanan dan mendukung pembangunan daerah.
Editor : MS