Padang Pariaman, - Dalam upaya mendukung pengembangan dan promosi pariwisata Sumatera Barat, PT Angkasa Pura Indonesia Kantor Cabang Bandara Internasional Minangkabau menghadirkan kegiatan “Mentawai Surf and Soul – Dorong Pariwisata Berbasis Alam dan Budaya” yang diselenggarakan pada Rabu, (14/10/2026), bertempat di Selasar Kedatangan Baru Bandara Internasional Minangkabau.
Kegiatan ini merupakan bentuk dukungan terhadap promosi potensi pariwisata Kepulauan Mentawai, yang dikenal dengan keindahan alam, ombak selancar berkelas dunia, kekayaan budaya, tradisi masyarakat, serta beragam produk ekonomi kreatif lokal.
Melalui penyelenggaraan kegiatan ini, bandara tidak hanya berperan sebagai simpul transportasi udara, tetapi juga sebagai ruang promosi destinasi dan pengalaman budaya bagi masyarakat, penumpang, serta wisatawan yang datang ke Sumatera Barat.
Mengusung konsep cultural experience, “Mentawai Surf and Soul” dirancang untuk memperkenalkan identitas dan keunikan Kepulauan Mentawai secara lebih dekat melalui beragam pengalaman yang menggabungkan unsur seni, budaya, kerajinan, kuliner, dan informasi destinasi wisata.
Kegiatan ini turut melibatkan 25 pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) sebagai bagian dari upaya memperluas akses promosi produk lokal serta membuka peluang pengembangan ekonomi kreatif berbasis potensi daerah ujar Dony Subardono.
Konsep kegiatan dikembangkan melalui pendekatan See – Know – Try – Feel – Share, yang mengajak pengunjung untuk melihat, mengenal, mencoba, merasakan, dan membagikan pengalaman mengenai kekayaan Kepulauan Mentawai.Implementasinya diwujudkan melalui berbagai aktivitas, antara lain exhibition, pertunjukan seni dan budaya (cultural performance), storytelling, pengalaman mencoba kerajinan (craft experience), Taste of Mentawai, talkshow, serta aktivitas interaktif lainnya.
Melalui pendekatan tersebut, pengunjung diharapkan tidak hanya memperoleh informasi mengenai destinasi wisata Mentawai, tetapi juga dapat mengenal lebih jauh nilai-nilai budaya, kreativitas masyarakat, dan potensi produk lokal yang menjadi bagian penting dari identitas daerah.
Kehadiran 25 UMKM juga diharapkan dapat mempertemukan produk-produk unggulan lokal dengan pasar yang lebih luas, termasuk wisatawan dan pengguna jasa bandara.
Kepulauan Mentawai memiliki daya tarik pariwisata yang beragam, mulai dari wisata bahari dan selancar, panorama alam tropis, hingga warisan budaya masyarakat yang khas.
Editor : Editor