Zigo Rolanda Dukung Percepatan Flyover Sitinjau Lauik, Minta Pasokan Air Bersih Dijaga

Zigo Rolanda tinjau pembangunan Flyover Sitinjau Lauik progres di atas target, dorong selesai lebih cepat 2027. (Foto: Ist)
Zigo Rolanda tinjau pembangunan Flyover Sitinjau Lauik progres di atas target, dorong selesai lebih cepat 2027. (Foto: Ist)

Padang, - Anggota Komisi V DPR RI, Zigo Rolanda, meninjau pembangunan Flyover Sitinjau Lauik, Sumatera Barat, dalam rangka reses perorangan Masa Sidang I Tahun Sidang 2026–2027, Kamis, (22/10/2026).

Dalam kunjungan tersebut, Zigo menerima penjelasan mengenai progres pembangunan dari Hutama Karya (HK) dan Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN). Ia menyebut progres pekerjaan sudah melampaui target.

Sekretaris Daerah Kota Padang beserta jajaran, Kepala BPJN, Balai Wilayah Sungai (BWS), Balai Cipta Karya, dan PDAM Kota Padang turut hadir dalam peninjauan tersebut.

Zigo mengatakan, berbagai pihak di Sumatera Barat memiliki komitmen yang sama untuk mempercepat pembangunan flyover. Sejumlah kendala, termasuk pembebasan lahan, sebelumnya menjadi tantangan dalam pelaksanaan proyek.

“Alhamdulillah, progresnya sudah berada di atas target yang ditetapkan. Memang sebelumnya terdapat beberapa kendala, mulai dari pembebasan lahan dan persoalan lainnya. Namun, alhamdulillah, semua itu dapat kita atasi bersama,” ujar Zigo.

Ia juga berharap pengadaan tanah tahap II segera terlaksana agar pembangunan berjalan lancar.

Pembangunan Flyover Sitinjau Lauik menggunakan skema Kerja Sama Pemerintah dengan Badan Usaha (KPBU). Sebagai anggota Komisi V DPR RI, Zigo menyatakan dukungannya terhadap proyek tersebut sekaligus mengingatkan pentingnya pengawasan selama pengerjaan berlangsung.

Selain progres pembangunan, Zigo menyoroti potensi gangguan terhadap pasokan air bersih masyarakat Kota Padang. Ia meminta pelaksana proyek mengantisipasi dampak pekerjaan terhadap sumber air baku, terutama menjelang musim hujan.

“Kita sudah cukup direpotkan dengan persoalan pembebasan lahan. Jangan sampai persoalan pasokan air bersih juga menimbulkan masalah yang lebih besar,” katanya.

Zigo meminta Hutama Karya memperhatikan metode pengerjaan di sepanjang sungai. Ia mengingatkan agar aktivitas konstruksi tidak mencemari aliran air yang dimanfaatkan masyarakat.

Editor : Editor
Banner Ultah Golkar 20
Bagikan

Berita Terkait
Terkini