Pergeseran platform media, katanya, tidak menghapus kewajiban untuk mempertahankan kebenaran sebagai pijakan dalam menghasilkan karya jurnalistik.
Selain membahas masa depan jurnalisme, Herik menekankan pentingnya regenerasi dalam organisasi profesi.
Musda menjadi ruang bagi anggota untuk memperkuat hubungan antarsesama jurnalis sekaligus mempersiapkan kepemimpinan berikutnya.
Ia juga menyampaikan apresiasi kepada Ketua IJTI Pengda Sumbar, Defri Mulyadi, yang telah memimpin organisasi tersebut selama empat tahun terakhir. Herik turut mengapresiasi kerja keras panitia yang menyiapkan pelaksanaan Musda V.
“Kami berterima kasih kepada saudara Defri 'Imung' Mulyadi atas kepemimpinannya selama empat tahun belakangan ini, terima kasih juga atas kerja keras panitia pelaksana," ucap Herik.
Herik menyebut Musda sebagai kesempatan yang tidak hanya berkaitan dengan agenda organisasi, tetapi juga memperkuat silaturahmi dan memberikan manfaat bagi berbagai kalangan, terutama jurnalis, pelajar, dan mahasiswa.
Ia berharap pengetahuan yang diperoleh melalui kegiatan tersebut dapat dibagikan lebih luas sehingga memberikan manfaat di luar lingkungan organisasi.“Yang paling penting dari semua ini bisa memberikan manfaat ke semua pihak, khususnya jurnalis dan menularkan ilmunya ke pelajar dan mahasiswa," kata Anggota Komite Tanggung Jawab Perusahaan Platform Digital untuk Mendukung Jurnalisme Berkualitas (KTP2JB) tersebut.
Ia juga menyoroti pentingnya menjaga kemerdekaan bersuara di tengah berbagai tantangan yang dihadapi masyarakat dan dunia pers. Menurutnya, kebebasan menyampaikan pendapat harus tetap dijaga.
“Di tengah kesulitan saat sekarang ini, menjaga kemerdekaan bersuara seluar biasa mungkin, karena paling tidak selemah-lemahnya iman adalah paling tidak diam," katanya.
Editor : Editor