"Kami ingin membangun sistem pengelolaan sampah yang tidak hanya bertumpu pada pengangkutan ke TPA, tetapi dimulai dari kesadaran masyarakat melalui pengurangan dan pemilahan sampah dari sumbernya. Karena itu, dukungan pemerintah pusat sangat kami harapkan," ujar John Kenedy Azis.
Dalam proposal tersebut, Pemerintah Kabupaten Padang Pariaman mengusulkan bantuan enam unit dump truck, 17 unit arm roll truck, 103 unit kontainer sampah, 103 unit becak motor pengangkut sampah, pembangunan 17 unit TPS 3R di setiap kecamatan, serta pembangunan satu unit Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) sebagai pusat pengolahan sampah kabupaten.
Selain penguatan infrastruktur, konsep yang diusung juga mengedepankan pengelolaan sampah berbasis ekonomi sirkular. Masyarakat akan didorong memilah sampah menjadi tiga kategori, yaitu sampah organik yang dapat diolah menjadi kompos atau pakan ternak, sampah anorganik yang memiliki nilai ekonomi melalui bank sampah atau pengepul, serta sampah residu yang akan ditangani melalui sistem pengolahan lanjutan.
Pemkab Padang Pariaman juga merancang agar TPS 3R dikelola oleh Kelompok Swadaya Masyarakat sehingga menjadi pusat aktivitas pengelolaan sampah di tingkat kecamatan, sementara TPST akan menjadi pusat pengolahan akhir yang dikelola pemerintah daerah.
Bupati John Kenedy Azis berharap dukungan Kementerian Lingkungan Hidup dapat mempercepat peningkatan pelayanan persampahan, pengurangan sampah dari sumber, serta mewujudkan lingkungan yang bersih, sehat, dan berkelanjutan di Kabupaten Padang Pariaman."Persoalan sampah merupakan tanggung jawab bersama. Dengan dukungan pemerintah pusat dan partisipasi masyarakat, kami optimistis Padang Pariaman mampu membangun sistem pengelolaan sampah yang lebih baik dan menjadi contoh bagi daerah lain dalam mewujudkan pengelolaan sampah yang berkelanjutan," tutup Bupati. (Diskominfo)
Editor : MS