Pemerintah daerah juga mengakui keterbatasan alat berat masih menjadi tantangan dalam mempercepat pembersihan material longsor. Oleh karena itu, dukungan peralatan terus diupayakan agar proses pembukaan akses jalan dapat berlangsung lebih cepat. Di sisi lain, kebutuhan logistik seperti terpal, kasur, selimut, dan family kit juga terus disalurkan kepada masyarakat yang membutuhkan.
Bupati mengingatkan masyarakat agar tetap meningkatkan kewaspadaan mengingat kondisi cuaca masih belum stabil. Warga yang tinggal di kawasan perbukitan, lereng, maupun di sepanjang aliran sungai diminta mengurangi aktivitas yang berisiko serta segera melapor kepada aparat apabila menemukan tanda-tanda potensi longsor atau bencana lainnya.
"Pemerintah akan terus berupaya agar seluruh dampak bencana dapat ditangani secara cepat, terpadu, dan berkelanjutan. Keselamatan masyarakat menjadi prioritas utama, disertai percepatan pemulihan aktivitas sosial dan ekonomi," ujar John Kenedy Azis.
Berdasarkan hasil pendataan sementara, bencana banjir dan longsor yang melanda sejumlah wilayah di Kabupaten Padang Pariaman menyebabkan kerugian materiil yang diperkirakan mencapai sekitar **Rp6,5 miliar**. Nilai tersebut mencakup kerusakan infrastruktur jalan, badan jalan yang ambles, drainase, fasilitas umum, serta dampak terhadap aktivitas ekonomi masyarakat. Pemerintah Kabupaten Padang Pariaman terus melakukan pendataan secara menyeluruh karena angka kerugian tersebut masih berpotensi bertambah seiring proses asesmen di lapangan. (Diskominfo) Editor : MS