Kondisi ini semakin mengkhawatirkan karena jalan tersebut merupakan jalur vital bagi masyarakat, khususnya para petani. Selain itu, akses tersebut juga menjadi penghubung menuju sejumlah wilayah di Padang Pariaman hingga Kabupaten Agam.
“Akibat cuaca ekstrem yang disertai hujan lebat dan angin kencang satu minggu lalu, jalan di titik ini putus sama sekali dan tidak bisa diakses. Ini jalur utama dan vital bagi warga dan para petani, bahkan jalan ini juga menghubungkan Kabupaten Padang Pariaman dengan Kabupaten Agam,” ungkapnya.
Terputusnya akses juga mulai mengganggu aktivitas pendidikan. Anak-anak sekolah dan masyarakat harus mencari jalur alternatif yang dinilai jauh lebih berisiko, termasuk melewati bagian bawah tebing dan menyeberangi sungai di sekitar lokasi.
Situasi tersebut membuat pemerintah daerah mendorong agar penanganan dilakukan secepat mungkin, mengingat akses jalan berkaitan langsung dengan keselamatan dan keberlangsungan aktivitas masyarakat.
“Saya sangat berharap kepada Satgas Korwil Sumatera Barat agar kondisi ini dapat segera ditanggulangi dan ditindaklanjuti. Akses jalan ini betul-betul vital, bukan hanya menghubungkan korong dan nagari, tetapi juga menjadi akses penghubung Kabupaten Padang Pariaman dengan Kabupaten Agam,” tegas Bupati.
Satgas PRR Pastikan Kerusakan Baru Dipetakan
Ketua Tim sekaligus Ketua Tim Supervisi Satgas PRR Pascabencana Wilayah Sumatera, khususnya Sumatera Barat, Brigjen Pol. Yopie Indra Prasetya Sepang, mengatakan peninjauan dilakukan untuk memastikan langsung kondisi lapangan sekaligus membedakan dampak bencana lama dengan kerusakan baru akibat cuaca ekstrem.“Tadi kami sudah melihat secara langsung beberapa titik longsor. Yang pertama akibat bencana hidrometeorologi yang terjadi pada November 2025 lalu, kemudian yang kedua adalah titik yang terdampak cuaca ekstrem satu minggu yang lalu,” ujarnya.
Dari hasil pemantauan, Satgas PRR menemukan sejumlah titik kerusakan baru, termasuk lokasi yang sebelumnya pernah terdampak bencana.
“Kami datang ke sini untuk melihat secara langsung dampak banjir dan longsor yang terjadi. Kami ingin melihat apakah dampaknya terjadi di titik yang sebelumnya terdampak pada November atau justru di tempat yang baru. Ternyata, di beberapa titik memang ada lokasi-lokasi baru. Seperti di tempat ini, terjadi longsor lagi,” jelas Yopie.
Editor : MS