Hadiri Waste-to-Energy Forum IISMEX 2026, Bupati JKA Dorong Penguatan Sinergi Pusat dan Daerah dalam Pengelolaan Sampah Berkelanjutan

Hadiri Waste-to-Energy Forum IISMEX 2026, Bupati JKA Dorong Penguatan Sinergi Pusat dan Daerah dalam Pengelolaan Sampah Berkelanjutan
Hadiri Waste-to-Energy Forum IISMEX 2026, Bupati JKA Dorong Penguatan Sinergi Pusat dan Daerah dalam Pengelolaan Sampah Berkelanjutan

JAKARTA – Bupati Padang Pariaman, Dr. H. John Kenedy Azis (JKA), menghadiri Indonesia International Smart City Expo and Forum (IISMEX) 2026 – Waste-to-Energy Forum and Expo yang mengangkat tema “Enhancing National Efforts Through Regional Governance and Yield Innovation”, Rabu (12/8/2026), di JIExpo Kemayoran, Jakarta.

Dalam kegiatan tersebut, Bupati JKA didampingi Kepala Dinas Lingkungan Hidup, Perumahan, Kawasan Permukiman dan Pertanahan (DLHPKPP) Andri Satria serta Kepala Badan Pengelola Keuangan Daerah (BPKD) M. Fahly.

Keikutsertaan Bupati JKA menjadi bagian dari komitmen Pemerintah Kabupaten Padang Pariaman untuk memperkuat tata kelola lingkungan sekaligus membuka peluang kolaborasi dan inovasi dalam pengelolaan sampah berbasis teknologi.

Forum IISMEX 2026 yang berlangsung 11–13 Agustus 2026 menjadi wadah strategis yang mempertemukan pemerintah, pelaku usaha, penyedia teknologi, akademisi, serta berbagai pemangku kepentingan untuk mendorong percepatan pengelolaan sampah, termasuk pengembangan konsep Waste-to-Energy (WTE).

Di sela kegiatan, Bupati JKA berdiskusi dengan Direktur Jenderal Bina Administrasi Kewilayahan Kementerian Dalam Negeri, Dr. Safrizal Zakaria Ali, M.Si., serta sejumlah kepala daerah lainnya.

Pertemuan tersebut menjadi momentum untuk memperkuat sinergi antara pemerintah pusat dan daerah dalam menghadapi persoalan persampahan yang membutuhkan penanganan secara terpadu.

Menurut Bupati JKA, pengelolaan sampah tidak dapat dilakukan secara parsial. Dibutuhkan kolaborasi lintas sektor yang mencakup aspek kebijakan, pembiayaan, penyediaan infrastruktur, penerapan teknologi, hingga peningkatan partisipasi masyarakat.

Forum juga menekankan pentingnya perubahan paradigma dalam pengelolaan sampah, dari sekadar “kumpul, angkut, buang” menjadi sistem pengelolaan terintegrasi dari hulu hingga hilir.

Mulai dari pengurangan sampah dari sumber, pemilahan, penggunaan kembali, daur ulang, hingga pemanfaatan sampah yang tidak dapat didaur ulang menjadi energi merupakan bagian penting dari pengelolaan persampahan berkelanjutan.

Konsep Waste-to-Energy dinilai menjadi salah satu alternatif dalam mengurangi beban tempat pemrosesan akhir sekaligus memberikan nilai tambah terhadap sampah yang memiliki potensi untuk dimanfaatkan sebagai sumber energi.

Editor : MS
Banner Ultah Golkar 20
Bagikan

Berita Terkait
Terkini