Jakarta, - Danantara Indonesia terus mendorong transformasi Badan Usaha Milik Negara (BUMN) melalui program streamlining atau penataan dan penyederhanaan struktur perusahaan.
Hingga Oktober 2026, sebanyak 364 perusahaan BUMN telah menjalani proses penataan.
Langkah tersebut menjadi bagian dari strategi Danantara Indonesia untuk membangun ekosistem BUMN yang lebih efisien, produktif, serta memiliki peran yang selaras dengan kebutuhan pembangunan nasional.
Chief Operating Officer (COO) Danantara Indonesia, Dony Oskaria, mengatakan proses transformasi BUMN sejauh ini berjalan dengan cukup baik.
Pemerintah melalui Danantara terus melanjutkan konsolidasi perusahaan agar struktur dan kegiatan usaha BUMN semakin terarah.
“Memang transformasi BUMN ini berjalan dengan cukup baik. Kita sudah melakukan streamlining perusahaan dan ke depannya kita harapkan masih ada lagi yang akan kita selesaikan,” ujar Dony dalam acara Investor Daily Policy and Economic Dialogue di Jakarta, Rabu (19/8/2026) lalu.Menurut Dony, program streamlining merupakan bagian penting dari transformasi BUMN melalui konsolidasi dan penataan perusahaan.
Upaya ini dilakukan agar organisasi perusahaan negara menjadi lebih efisien dan produktif.
Melalui penataan tersebut, perusahaan yang tidak produktif, memiliki kegiatan usaha tumpang tindih, atau tidak lagi memberikan nilai tambah dapat digabungkan maupun ditutup.
Dengan demikian, sumber daya perusahaan dapat difokuskan pada sektor-sektor yang lebih strategis.
Editor : Editor