Padang, - Dinas Pertanian Kota Padang kembali bergerak menangani kerusakan lahan pertanian pasca bencana.
Sebanyak 30,5 hektare lahan sawah yang sempat pulih pasca bencana galodo dan banjir besar akhir tahun lalu, kini kembali tertimbun material sedimen akibat banjir yang melanda sejumlah wilayah Kota Padang pada September dan Oktober 2026.
Kepala Dinas Pertanian Kota Padang, Yoice Yuliani, menyampaikan hal tersebut pada Selasa (3/11/2026), sekaligus memaparkan langkah strategis percepatan pemulihan lahan agar dapat kembali diolah oleh para petani.
Kondisi ini menjadi perhatian serius karena lahan-lahan tersebut baru saja direhabilitasi setelah terdampak bencana akhir 2025, dengan total luas lahan saat itu mencapai 102 hektare.
Lahan yang telah bersih dan siap tanam kini kembali tertutup endapan lumpur dan kerikil, sehingga tidak dapat dimanfaatkan untuk kegiatan pertanian. Situasi ini tentu memberatkan para petani yang telah berjuang memulihkan mata pencaharian mereka.
Untuk mengatasi persoalan ini secara menyeluruh, Dinas Pertanian Kota Padang menjalin koordinasi yang erat dengan Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR). PUPR saat ini sedang melaksanakan rehabilitasi sungai-sungai serta saluran pengambilan air yang menuju ke area persawahan."Kita menunggu pengerjaan PUPR selesai dulu, baru nanti lahan-lahan sawah yang tertimbun ini akan kita lakukan lagi rehabilitasi," jelas Yoice.
Langkah ini dilakukan agar penyiapan infrastruktur pendukung berjalan sinkron dengan pemulihan lahan fisik.
Jika sungai dan saluran air sudah tertata dengan baik, risiko pendangkalan dan luapan air yang membawa material sedimen dapat berkurang, sehingga hasil rehabilitasi lahan lebih awet dan tahan lama.
Sebagai langkah strategis berikutnya, Dinas Pertanian telah mengajukan kembali usulan anggaran kepada Kementerian Pertanian agar rehabilitasi lahan sawah seluas 34,5 hektare dapat dialokasikan pada tahun anggaran 2027.
Editor : Editor