Wali Kota Bukittinggi Sosialisasikan Manajemen Talenta ASN Kepada Seluruh Pegawai

Wali Kota Bukittinggi Ramlan Nurmatias sampaikan program Manajemen Talenta ASN. (Foto: Ist)
Wali Kota Bukittinggi Ramlan Nurmatias sampaikan program Manajemen Talenta ASN. (Foto: Ist)

Bukittinggi, - Pemerintah Kota Bukittinggi menggelar Apel Gabungan untuk menyosialisasikan program nasional Manajemen Talenta Aparatur Sipil Negara (ASN).

Kegiatan ini dipimpin langsung oleh Wali Kota Bukittinggi, Ramlan Nurmatias, dan diikuti seluruh ASN di lingkungan Pemerintah Kota Bukittinggi di Halaman Balai Kota, Rabu (4/11/2026).

Sosialisasi ini menjadi langkah penting dalam menyelaraskan pengelolaan sumber daya manusia aparatur dengan standar nasional yang mengutamakan objektifitas, kompetensi, dan keadilan dalam pengembangan karier.

Wali Kota Bukittinggi, Ramlan Nurmatias, menjelaskan bahwa Manajemen Talenta ASN merupakan sistem manajemen karier yang mencakup empat tahapan utama, yaitu akuisisi, pengembangan, retensi, dan penempatan talenta berdasarkan potensi serta kinerja nyata guna memenuhi kebutuhan instansi pemerintah.

Sistem ini juga dilengkapi dengan pemetaan sembilan kategori atau yang dikenal sebagai Nine Box Talent Management, yang mengelompokkan ASN berdasarkan tingkat potensi dan capaian kinerja masing-masing.

Hasil pemetaan ini menjadi dasar resmi untuk pengembangan karier, peningkatan kompetensi, serta pengisian jabatan secara transparan dan akuntabel.

"Manajemen talenta bertujuan menemukan dan mempersiapkan talenta terbaik untuk mengisi posisi strategis dan kepemimpinan masa depan. Selain itu, sistem ini mendorong peningkatan profesionalisme, kompetensi dan kinerja ASN, memberikan kejelasan serta kepastian karier, mewujudkan rencana suksesi yang objektif dan akuntabel, serta memastikan ASN yang tepat menduduki jabatan yang tepat sesuai kebutuhan organisasi," jelas Ramlan.

Dari total 3.721 ASN di lingkungan Pemerintah Kota Bukittinggi, sebanyak 739 orang telah mengikuti tahap pemetaan atau profiling.

Jumlah tersebut terdiri dari 28 pejabat pimpinan tinggi pratama, 110 pejabat administrator, 228 pejabat pengawas, 109 pejabat fungsional, dan 164 pelaksana.

Pemerintah Kota Bukittinggi juga merencanakan penambahan sekitar 100 ASN lagi untuk mengikuti proses pemetaan berikutnya, sehingga cakupan sistem ini semakin menyeluruh.

Editor : Editor
Banner Ultah Golkar 20
Bagikan

Berita Terkait
Terkini