Sementara itu, Danrem 032/Wirabraja Brigjen TNI Aji Mimbarno menegaskan bahwa apel tersebut merupakan bentuk pengecekan kesiapan seluruh personel dan perlengkapan instansi terkait dalam mengantisipasi meningkatnya curah hujan serta potensi bencana di Sumatera Barat, khususnya Kota Padang.
Ia meminta seluruh Dandim di jajaran Korem 032/Wirabraja senantiasa melakukan pengecekan kesiapan di wilayah masing-masing, meningkatkan profesionalisme, memastikan kesiapan sarana dan prasarana, serta memperkuat koordinasi lintas instansi dengan mengutamakan keselamatan masyarakat.
Untuk memperkuat koordinasi, kami bersama Pemerintah Kota Padang dan Forkopimda akan membentuk posko terpadu untuk mengoordinasikan penanganan bencana.
Semoga dengan itu seluruh personel selalu siaga dan penyaluran bantuan dapat dikerahkan secara cepat, tepat sasaran, dan efisien, ungkap Danrem.
Setiap satuan TNI harus menyiagakan minimal 30 personel selama 24 jam.
Keberhasilan penanggulangan bencana tidak hanya diukur dari kecepatan pengerahan personel dan peralatan, tetapi juga dari tindakan cepat, tepat, terpadu, dan berdampak nyata bagi masyarakat, tegasnya.Dengan kesiapan yang matang, sinergi antarlembaga yang kokoh, serta dukungan masyarakat yang waspada, diharapkan dampak dari potensi bencana hidrometeorologi dapat diminimalisir.
Setiap warga diimbau untuk senantiasa memantau perkembangan cuaca, mengikuti arahan pihak berwenang, dan turut aktif menjaga lingkungan sekitar demi keselamatan bersama. (***)
Editor : Editor