Mahasiswa Unand Tuntaskan Kerja Nyata di Talu

Mahasiswa KKN Unand tuntaskan kerja nyata selama 40 hari di nagari Talu, Minggilub13/8.Penyuluhan ibu hamil dan Balita sehat jadi program kerja mahasiswa KKN Unand di Talu.Sosialisasi Asuransi Pertanian juga menjadi program kerja KKN Unand di nagari Talu
Mahasiswa KKN Unand tuntaskan kerja nyata selama 40 hari di nagari Talu, Minggilub13/8.Penyuluhan ibu hamil dan Balita sehat jadi program kerja mahasiswa KKN Unand di Talu.Sosialisasi Asuransi Pertanian juga menjadi program kerja KKN Unand di nagari Talu

Harapan ke depan BUMNag yang dibentuk dapat mendorong perkembangan perekonomian masyarakat Talu.  Pelatihan pembukuan sederhana dan manajemen usaha juga telah dicoba dilakukan pada beberapa UMKM.   

Kegiatan di bidang pendidikan untuk membantu mewujudkan nagari Talu sebagai nagari yang pintar tidak hanya terkonsentrasi di sekolah-sekolah ataupun panti asuhan yang ada di nagari Talu, namun juga menjangkau anak usia sekolah secara informal di sekitar tempat tinggal mahasiswa. "Kegiatan dilakukan untuk memotivasi pelajar Talu menggantungkan cita-cita yang tinggi dengan bersekolah setinggi mungkin  walaupun menghadapi berbagai permasalahan,"ujar Alif.

Saat ini peluang bisa bersekolah tinggi, termasuk ke Universitas Andalas sebagai salah satu universitas terkemuka di Indonesia, sangatlah besar. Sebagai tambahan, mahasiswa melakukan pelatihan mengetik secara efisien dan memanfaatkan komputer serta internet secara bijak. "Selain itu kami melakukan pengembangan beberapa demplot tanaman hortikultura, terutama tanaman sayuran, dan pembuatan taman obat merupakan beberapa kegiatan bidang pertanian yang dilakukan selain turut membantu penyuluh pertanian dari BP kecamatan Talamau menggerakkan Plakat Sawah. Menurut  Dr. P.K. Dewi Hayati, DPL yang juga berasal dari Fakultas Pertanian Unand,"ujarnya.

Menurut. Mahasiswa KKN Unand itu, permasalahan pertanian di nagari Talu tergolong kompleks. "Permasalahannya tidak hanya terletak pada pemilihan paket teknologi yang tepat dengan kondisi lahan sawah di Talu, namun yang utama lebih kepada permasalahan kultur bertani masyarakat Talu,"ujarnya.

Seperti cara bertanam yang hanya satu kali setahun sehingga menjadikan Talu bertahun-tahun sebagai salah satu daerah dengan Indeks Pertanaman (IP) paling rendah di Sumatera Barat."Ini sangat disayangkan mengingat potensi keluasan lahan sawah di nagari Talu dan Sinuruik yang mencapai 1600 ha,"ujarnya.

Wali nagari Talu, Anuzul, menyampaikan terima kasih kepada mahasiswa KKN Unand di nagari  Talu dan menyambut baik kegiatan-kegiatan yang telah dilaksanakan oleh mahasiswa.  Dalam kesempatan yang sama, DPL KKN Talu mewakili PU-KKN Universitas Andalas  juga mengucapkan terima kasih atas kesediaan dan keramahtamahan masyarakat Talu, tidak hanya para ibu-ibu, tokoh masyarakat, namun juga pemuda yang selalu siap sedia membantu pelaksanaan kegiatan KKN pada masing-masing jorong. "Kami krmbali lagi ke Kampus, tapi selama bekerja nyata di sini sangat banyak pengayaan yang kami dapat untuk bekal kami menatap masa depan,"ujar Alif. (rilis) 

Editor : Adrian Tuswandi, SH
Banner InfografisBanner - Gor
Tag:
Bagikan

Berita Terkait
Terkini