Padang,—-Masuk Lobinya terpampang lah berbagai tulisan bijak untuk memotivasi semua siswa sekolah, terus ruangan yang tak banyak sekat. Masuk dari gerbang langsung ke lobi. Beberapa langkah berjalan, di bagian belakang juga terbuka lepas. Ada hembusan angin langsung dari luar meski tanpa kipas angin dan AC.
“Ini labor komputer,” kata Prawira Salim, Koordinator Bidang Kurikulum dan Pemograman SMP DEK, sembari membuka pintu salah satu ruangan yang terhubung langsung ke lobi.
Tak ada aktivitas Proses Belajar Mengajar (PBM) saat itu, namun ada tiga orang pelajar berada di ruangan tersebut. Mereka sedang menekuni layar komputer di hadapannya, lalu berhenti sejenak dan menyambut Priwara Salim serta penulis dengan sapaan yang ramah. Mereka mempertemukan kedua telapak tangan antara dari dan dada, pertanda memberi salam.
Salam yang mereka berikan adalah bagian dari upaya psyical distancing. Tidak bersentuhan dulu. Wabah Korona membatasi ruang gerak semua orang, sehingga ketaatan pada upaya menjaga jarak, mematuhi protokol kesehatan menjadi bagian penting saat ini.
Sekolah di Jl A.R Hakim, No 63, Kecamatan Padang Selatan, Kota Padang, berupaya memberikan suasana nyaman dalam proses belajar mengajar, sehingga diharapkan anak-anak kami berkualitas, berbudaya, berwawasan global, kompetitif dan peduli pada lingkungan demikian Gafar Salim, pendiri sekaligus Ketua Yayasan Pendidikan Dedikasi Edukasi Kualiva (DEK), Kamis 18/6 kemarin.
Suasana belajar yang nyaman itu pula kemudian memacu semangat pelajar SMP DEK untuk berprestasi. Mereka berprestasi di ekstra kurikuler, juga memiliki prestasi hebat di bidang kurikuler. Pernah meraih rangkai I SMP swasta se-Kota Padang, peringkat terbaik II SMP se Kota Padang, dan peringkat ke V se-Sumatera Barat.
Lalu, adakah yang lebih spesifik di sekolah ini? “Kami memberikan proses belajar mengajar dengan memanfaatkan kemajuan teknologi yang terus berkembang,” kata Prawira Salim.
Menurut Prawira Salim, sekolah yang dikelolanya menggunakan program digital. Sebelum serangan Wabah Covid-19, para peserta didik dan guru pernah melakukan proses belajar dari rumah. Tak perlu datang ke sekolah.
Metode yang dipakai, Flip Learning. Menggunakan modul, buku digital dan konten interaktif. Penggunaan metode ini memungkinkan pelajarnya mengulang materi tersebut tanpa ada yang tertinggal karena diputar dalam bentuk konten video.
“Peserta didik belajar dari rumah secara online, mereka dituntut untuk melakukan interaktif dan kreatif dalam belajar dan menyelesaikan tugas-tugas yang diberikan,” katanya.
Editor : Adrian Tuswandi, SH