SMP DEK Komit dengan Misinya Lahirkan Anak Unggul dalam Intelegensi , Spritual dan Emosional

Sehat itu menjadi penting dan utama di SMP DEK, komit dengan misi ciptakan tunas bangsa unggul. (foto: dok/bie)
Sehat itu menjadi penting dan utama di SMP DEK, komit dengan misi ciptakan tunas bangsa unggul. (foto: dok/bie)

Saat ini, sudah disiapkan  empat studio baru untuk mendukung konten materi. Satu studio yang ada sudah terlalu padat. Tak hanya guru yang mengolah materinya, tetapi semua pelajar sekolah tersebut boleh memanfaatkan. Beragam fasilitas teknologi yang dimiliki sekolah ini, tidak menyebabkan biaya pendidikannya tinggi, sehingga menepis ketakutan bahwa biaya di SMP DEK mahal.

Menurut Prawira Salim, teknologi digital yang kini digunakan  banyak orang, disaat  Covid-19 melanda sehingga memaksa orang bekerja dan belajar dari  rumah,  sebenarnya sudah digunakan di sekolah ini sejak 2016. Kini  pihak sekolah terus mengembangkannya.

Ketika kini guru dibanyak sekolah kewalahan membuat bahan ajar untuk daring, Prawira Salim menyebutkan, guru-guru di sekolahnya sudah terbiasa. Proses belajar mengajar lebih praktis dan para guru pun bisa berinovasi sehingga merangsang pola pikir peserta didiknya menjadi lebih baik lagi.

“Tahun ajaran ini, teknologi pembelajaran yang kita kembangkan semakin lebih baik lagi. Kami akan selalu berinovasi, sebab pengguasaan teknologi yang lebih baik akan menjadi salah satu upaya untuk menuntun langkah anak-anak bangsa di masa depan,” katanya sekaligus menyebutkan, harapan tersebut sejalan dengan misi yang dicanangkan di SMP DEK.

Misinya, membantu peserta didik agar unggul dalam intelegensi, spritual dan emosional. Menghasilkan peserta didik yang memiliki kepribadian luhur, terampil dalam memanfaatkan dan mengembangan Iptek serta memiliki daya saing dalam kehidupan bermasyarakat.

Misi tersebut sekaligus menjawab tanda tanya, sekolah ini bukanlah sekolah didasarkan pada agama tertentu, tidak  berdasarkan suku bangsa tertentu. Terbuka untuk umum. Jika ada pelajarnya yang berbeda agama, sekolah memfasilitasi pendidikan agama sesuai dengan ajaran yang dianut masing-masing pelajar.

Disaat percakapan masih berlangsung, tiba-tiba terdengar suara azan dari masjid terdekat.  Prawira Salim menjelaskan, salat bisa dilaksanakan di masjid milik masyarakat setempat yang berada di belakang sekolah. Akses ke masjid dibatasi pintu gerbang yang selalu dibuka menjelang waktu salat. Bisa juga dilaksanakan di musala yang ada di sekolah.

Semua warga sekolah ini, memahami bahwa komunikasi, saling menghargai, komitmen, kerjasama dan inovasi adalah jalan lapang untuk melangkah menjadi lebih baik dimasa depan. (kutip dari rakyatsumbar)

Editor : Adrian Tuswandi, SH
Banner InfografisBanner - Gor
Tag:
Bagikan

Berita Terkait
Terkini