“Ombak sangat besar dan sekeliling juga sangat gelap,” kata bang Akbar. Posisi kepala hingga dada atas di atas speedboat, dada hingga kaki berada di dalam. Sekali-sekali ia melongok ke bawah melihat GPS di tangan Boby, sekali-sekali ia berteriak memberikan perintah kepada semua penumpang. Saya melanjutkan teriakannya. Beragam perintahnya.“Satu penumpang pindah ke kiri..!”
Tak lama kemudian, perintahnya berubah, “dua penumpang pindah ke kanan,” atau ada juga perintahnya, “semua pindah duduk ke bawah,” dan beragam kalimat perintah lainnya. Perintah itu untuk mengimbangi hempasan ombak ke badan speedboat.Setengah jam speedboat bergerak ke arah pulau Baru, tiba-tiba ombak besar menghantam haluan speedboat. Haluan terbenam, beberapa saat kemudian berhasil keluar kembali. Air masuk dari depan. Semua berteriak kaget dan ketakutan. Allahu Akbar... Allahu Akbar!
“Ombak semakin besar. Angin datang dari arah depan membawa gulungan ombak!” kata bang Akbar mengabarkan.Semua ketakutan. Saya berzikir tanpa henti!* (bersambung, harian rakyat sumbar) Editor : Adrian Tuswandi, SH