Sejarah panjang Bank Nagari sebagai bank konvensional yang didirikan pada 12 Maret 1962 --sudah 59 tahun --jangan dihabiskan, hanya karena keinginan untuk bersyariah.Menurut Romeo Rissal Pandji Alam dalam tulisannya yang berjudul Bermimpilah yang Hebat (Merantau 4.0), "Manggaleh Lado di Pasa Kain" --yang mengulas persoalan konversi Bank Nagari secara lugas; mengingatkan supaya hindari kufur nikmat.
Maksudnya, jangan menutup usaha yang sudah berjalan dan bermanfaat bagi umat.Kemudian bankir ini sangat yakin bahwa spin off lebih menguntungkan secara ekonomi bagi Sumbar, ketimbang konversi. Sumbar punya dua bank. Tandem antara kedua sistem ini akan sangat bagus bagi ekonomi Sumbar.
Ya kalau kita berpikiran jernih untuk kepentingan Sumbar, bukan yang lain. Misalnya, kata Romeo, untuk kepentingan pencitraan atau penciptaan legacy.Sementara Walikota Pariaman Genius Umar menegaskan apa yang telah dibangun sejak lama, yakni Bank Nagari sebagai bank dengan penyertaan modal pemerintah daerah jangan “diganggu” dengan rencana konversi ke syariah tersebut.
Ia menyebutkan, jika konversi itu terealisasi dikhawatirkan nantinya berpengaruh terhadap pendapatan daerah kabupaten dan kota dari deviden Bank Nagari karena diperkirakan ada sebagian deposan atau nasabah lainnya yang tidak mau dengan rencana konversi tersebut.Mereka berpikir ulang kembali apakah tetap mempertahankan dananya atau sebaliknya membawa keluar dananya dari Bank Nagari.
Kemudian ada pula pendapat dari pengamat ekonomi: seandainya konversi jadi, terus nanti Bank Nagari Syariah diakuisisi oleh Bank Syariah Indonesia (BSI), apakah sudah dipikirkan?Sama pula kasusnya nanti seperti PT Semen Padang yang saat ini berada di dalam PT Semen Indonesia.
****Sepertinya apa yang menjadi pemikiran Romeo Rissal dan Genius Umar masuk akal juga, dan perlu diinap-inapkan. Sebab mereka ini bukan orang sembarangan pula.Untuk itu melalui tulisan ini, saya menggugah kepada para nasabah, kepala-kepala daerah pemegang saham, serta DPRD Sumbar untuk bersikap ; Bank Nagari Syariah Yes, Konversi No!Mudah-mudahan ini menjadi sebuah gerakan untuk kebaikan Bank Nagari yang menjadi kebanggaan masyarakat Sumbar.(analisa)
Editor : Adrian Tuswandi, SH
