Anggotanya tidak harus berasal dari satu institusi. Tim dapat melibatkan pengelola destinasi, pemandu wisata, masyarakat, relawan, tenaga kesehatan, unsur kebencanaan dan pelaku wisata.
Tim tersebut tentu tidak menggantikan tugas Basarnas, BPBD, pemadam kebakaran atau tenaga medis.
Fungsinya adalah menjadi respon awal sebelum bantuan profesional tiba.
Pelatihan pertolongan pertama, komunikasi darurat, evakuasi wisatawan dan pengenalan risiko lingkungan dapat menjadi bagian dari peningkatan kapasitas SDM pariwisata.5. Jangan Hanya Memikirkan Reopening, tetapi Bangun Kembali Kepercayaan