Harus ada pula peta risiko bencana.
Wisatawan dan pengelola perlu mengetahui daerah yang berpotensi terkena banjir bandang, longsor, pohon tumbang atau bahaya lain sesuai karakter wilayah.
Peta tersebut tidak harus rumit.
Yang penting mudah dipahami.Di dalamnya dapat ditampilkan lokasi objek wisata, jalur masuk dan keluar, titik kumpul, lokasi aman, jalur evakuasi dan nomor kontak darurat.