Selain itu bisa juga Bailout Terarah, jika dianggap sebagai aset strategis, pemerintah bisa mempertimbangkan penyelamatan finansial dengan syarat-syarat tertentu.
Untuk Pemerintah bisa juga melakukan Regulasi Perlindungan Industri Tekstil, yakni Kebijakan pembatasan impor dan insentif bagi industri dalam negeri bisa menjadi solusi jangka panjang.
Namun, keputusan ini tak bisa berdiri sendiri. Dibutuhkan tangan-tangan profesional dengan pemahaman mendalam tentang investasi, manajemen krisis, dan ekonomi industri. Di sinilah BPI Danantara menjadi kunci.
Danantara: Harapan Terakhir Sritex?
Sebagai lembaga yang bertugas menyehatkan industri strategis, BPI Danantara memiliki sumber daya dan kepemimpinan yang mumpuni.
Rosan Roeslani, Dony Oskaria, dan Pandu Patria Sjahrir adalah figur yang tak asing dalam dunia bisnis dan investasi.Dengan pengalaman mereka, peluang bagi Sritex untuk bangkit kembali masih terbuka.
Tiga langkah konkret yang bisa dilakukan BPI Danantara adalah:
- Pendampingan Manajemen – Membantu Sritex menyusun strategi pemulihan berbasis data dan efisiensi.
- Mencari Investor Baru – Menghubungkan Sritex dengan mitra strategis yang bisa menyuntikkan modal tanpa membebani APBN.
- Bekerja Sama dengan Pemerintah – Menjembatani kepentingan negara, dunia usaha, dan tenaga kerja dalam satu kesepakatan yang adil.
Jika dikelola dengan cermat, skenario penyelamatan ini bisa menjadi model bagi industri lain yang mengalami nasib serupa.
Lebih dari sekadar menyelamatkan satu perusahaan, ini adalah ujian bagi kebijakan industri nasional: apakah negara siap melindungi sektor strategisnya atau justru membiarkan mereka tenggelam?
