Struktur Lengkap Danantara: Menghindari Manipulasi Laporan Keuangan dan Membangun Kepercayaan Publik

Foto Rio Eka Putra

KASUS manipulasi laporan keuangan bukanlah hal baru di Indonesia. Sejumlah perusahaan ternama pernah terjerat praktik ini, seperti Jiwasraya yang melakukan mark-up nilai investasi dan merugikan negara hingga triliunan rupiah, Garuda Indonesia yang sempat mencatat pendapatan fiktif, Hanson International di sektor properti yang diduga melebih-lebihkan aset, serta Kimia Farma dan Indofarma di sektor farmasi yang menampilkan penjualan dan piutang fiktif.

Motif utama kecurangan ini biasanya untuk menutupi kerugian, memoles kinerja, atau menarik minat investor. Faktor pemicunya antara lain pengawasan yang lemah, penggunaan standar akuntansi yang belum optimal, dan budaya integritas yang masih kurang.

Dampak dari tindak manipulasi laporan keuangan sangat serius. Selain sanksi tegas berupa denda dan hukuman penjara, perusahaan juga kehilangan reputasi di mata publik dan investor global. Dari sisi negara, kerugian finansial dapat menghambat pembangunan, sementara trust issue berkembang ketika publik merasa ragu terhadap pengelolaan dana perusahaan maupun Badan Usaha Milik Negara (BUMN).

Berbagai solusi pun muncul untuk mencegah hal serupa terulang. Di kasus Jiwasraya, misalnya, ditempuh langkah penguatan standar akuntansi (PSAK 68 & 71), pembentukan Lembaga Penjamin Polis (LPP), serta pelarangan saham gorengan. Garuda Indonesia memperkuat audit eksternal, memisahkan pendapatan akrual dan kas, serta meningkatkan pengawasan BUMN. Sementara Hanson International disarankan menggunakan penilaian properti berbasis appraisal independen dan audit proyek real-time. Di sektor farmasi, Kimia Farma mendorong otomasi pelaporan & e-audit, serta mewajibkan review revenue oleh akuntan independen. Sedangkan Indofarma menerapkan modernisasi sistem ERP, pelaporan yang transparan, dan sanksi tegas bagi pelanggar di level direksi.

Berangkat dari pelajaran tersebut, Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (Danantara) diharapkan dapat menerapkan tata kelola keuangan yang jauh lebih akuntabel. Apalagi, lembaga superholding dan Sovereign Wealth Fund (SWF) Indonesia ini akan mengumumkan struktur lengkap Danantara pada 24 Maret 2025 pukul 12.00 WIB.

Banner JPS- Insanul KamilBanner HUT BUMN - JPSBanner Nindya - JPSBanner kopassus
Bagikan

Opini lainnya
Terkini