Sayangnya, di beberapa wilayah Sumatra Barat, kondisi jalan rusak parah dan menjadi penghambat aktivitas warga, bahkan mengancam keselamatan masyarakat.
Salah satu contohnya adalah kondisi jalan di kawasan Air Dingin yang menghubungkan Kabupaten Solok dan Solok Selatan, yang kini mengalami kerusakan parah.
Jalan ini menjadi vital bagi masyarakat setempat, sehingga ketika akses ini terganggu, maka berdampak besar bagi kehidupan sehari-hari masyarakat.
Di lain sisi, perbaikan jalan dan infrastruktur umum lainnya pada hakikatnya adalah hak yang harus diterima setiap masyarakat, terutama karena fasilitas ini dibiayai dari pajak atau dana masyarakat sendiri.
Jalan yang memadai bukan hanya soal kenyamanan, melainkan juga hak dasar yang seharusnya terpenuhi sebagai bentuk pelayanan pemerintah terhadap masyarakat.
Bagi masyarakat Kabupaten Solok dan Solok Selatan, jalan di Air Dingin merupakan jalur utama yang menghubungkan berbagai pusat kegiatan, mulai dari kegiatan ekonomi, sosial, hingga pendidikan.
Kerusakan jalan ini menuntut perhatian dan aksi nyata dari pemerintah untuk menjamin hak masyarakat tersebut.Di luar jalan Air Dingin, keluhan terkait infrastruktur jalan di Sumatra Barat juga muncul di kawasan lain, salah satunya adalah jalur lintas antara Payakumbuh dan Lintau, di Kabupaten Lima Puluh Kota.
Jalan ini menjadi viral di media sosial akibat kondisi yang sangat membahayakan, dengan banyaknya lubang besar yang berpotensi menyebabkan kecelakaan.
Jalan berlubang ini menambah kekhawatiran pengguna jalan karena setiap hari dilalui oleh masyarakat yang melakukan aktivitas produktif, seperti bekerja, mengantar anak ke sekolah, hingga kegiatan ekonomi lainnya.
