Gubernur Hanya Nama, Tapi Siapa Yang Kerja?

Foto Ikhsan Fausta Alinia

Selain itu, jalan ini adalah penghubung penting antara Kabupaten Tanah Datar dan Lima Puluh Kota.

Kerusakan pada jalan utama ini bukan hanya menghambat mobilitas, tetapi juga meningkatkan risiko kecelakaan, yang tentunya menuntut perhatian serius dari pemerintah dan pemangku kepentingan lainnya.

Masalah infrastruktur di wilayah ini perlu segera diselesaikan, dan hal ini membutuhkan komitmen serta koordinasi lintas sektor dari berbagai pihak, baik pemerintah pusat maupun pemerintah daerah.

Kerusakan jalan di Sumatra Barat bukan hanya disebabkan oleh satu faktor, seperti bencana alam, tetapi juga mencerminkan kurangnya perawatan berkala dan pengelolaan yang tepat.

Stakeholder dan pemangku kepentingan perlu berperan aktif dalam memastikan infrastruktur ini terjaga dengan baik, sehingga masyarakat dapat menikmati akses yang layak dan aman.

Keterlibatan pemerintah pusat dalam memberikan dukungan terhadap kebutuhan daerah juga menjadi aspek penting, terutama dalam hal anggaran dan dukungan teknis.

Dalam upaya menyelesaikan persoalan ini, Andre Rosiade, anggota Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia, menunjukkan kepeduliannya terhadap masyarakat Sumatra Barat.

Baru-baru ini, Andre melakukan pertemuan dengan Direktur Jenderal Bina Marga Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat, Rachman Arief Dienaputra, untuk membahas perbaikan jalan di kawasan Air Dingin dan jalur lintas antara Payakumbuh dan Lintau.

Langkah ini merupakan inisiatif strategis yang diambil Andre sebagai perwakilan rakyat yang peduli akan kebutuhan infrastruktur di daerah pemilihannya.

Andre secara khusus meminta agar perbaikan jalan di kawasan Solok dan Payakumbuh ini dapat segera direalisasikan, mengingat kondisi jalan yang rusak sudah berlangsung cukup lama dan berdampak langsung pada masyarakat.

Banner Komintau - MenteriBanner Nevi - Haji
Bagikan

Opini lainnya
Terkini