Danantara & Garuda Indonesia: Suntikan Modal atau Merger Efisiensi?

Foto Rio Eka Putra, MAPPI (Cert)
Ilustrasi Danantara & Garuda Indonesia: Suntikan Modal atau Merger Efisiensi?

Syarat keberhasilan

Permasalahan existing Garuda harus diobati melalui tiga langkah serentak. Pertama, perusahaan wajib menutup rute-rute merugi dan menegosiasi ulang kontrak leasing mahal agar beban tetap menyusut signifikan. Kedua, pemerintah perlu memberi insentif PPN bagi suku cadang pesawat sehingga tarif perawatan GMF dan MRO lainnya dapat turun, menekan biaya pemeliharaan. Ketiga, tarif avtur sebagai komponen terbesar ongkos penerbangan harus dikurangi lewat kebijakan lintas sektoral.

Menko Infrastruktur mesti memimpin koordinasi: Kementerian Keuangan menyiapkan skema insentif PPN dan penyesuaian PBBKB di daerah, Kementerian ESDM mengatur formula harga serta membuka izin bagi pemasok baru, Pertamina berbagi jaringan fuel hydrant, pemerintah daerah menjaga margin distribusi wajar, dan pemasok global didorong masuk sebagai multi-provider avtur. Begitu harga bahan bakar turun secara struktural, DASS memiliki fondasi kokoh untuk menawarkan paket avtur, MRO, dan leasing murah sehingga menyuburkan industri penerbangan nasional dan mempercepat target Asta Cita Presiden Prabowo-Wakil Presiden Gibran.

Ekonom penerbangan Richard Aboulafia mengingatkan bahwa maskapai sehat lahir dari ongkos terkendali dan layanan konsisten, bukan dari bail-out. Karena itu Danantara harus menautkan investasi pada tolok ukur kinerja jelas seperti utilisasi armada, ketepatan jadwal, biaya kursi per kilometer (CASK), dan laba operasi sehingga dana publik benar-benar berputar kembali kepada masyarakat.

Jika reformasi ditempuh dan ekosistem DASS berjalan mulus, biaya terbang turun, laba maskapai meningkat, kursi bertambah, dan harga tiket lebih terjangkau tanpa menambah defisit APBN, itu merupakan sebuah kemenangan bersih bagi Asta Cita. Sebaliknya, suntikan modal tanpa disiplin hanya menimbulkan risiko ganda: Garuda tetap berat, Danantara ikut terbebani, dan publik menanggung beban baru.

Pengelolaan dana Danantara harus efektif, terukur, dan dapat dipertanggungjawabkan; setiap rupiah mesti menambah daya angkut, menurunkan tarif, dan memperkuat neraca tanpa membuka lubang baru. Ibarat dokter menyuntikkan obat, resepnya harus tepat baik dosis, jenis, dan jadwal tak boleh keliru. Bila prinsip ini dijunjung sambil meniru praktik terbaik sovereign wealth fund dunia, Danantara Aero Support Synergy akan menjadi energi yang mengangkat sayap Garuda, menuntaskan amanah Asta Cita, dan mendorong ekonomi Indonesia terbang lebih tinggi.

Banner InfografisBanner - Gor
Bagikan

Opini lainnya
Terkini