Ricky Donals, Pebisnis Harus Hati-hati Teken Dokumen Kerja

3641
*Berhati-hatilah Dalam Bekerja*
Ricky Donals, ajak pebisnis muda selalu hati-hati tandatangani dokumen kerja, Sabtu 13/5 di Jakarta

BERBISNIS bukan soal negoisasi dan lobbi saja tapi prinsip kehati-hatian harus selalu melekas di setiap pebisnis.

Bahkan sudah berhati-hati sekali pun, tetap saja bayangan kriminalisasi mengancam pelaku usaha maupun pekerja di sebuah perusahaan yang punya standar operasional baku dan terupgrade.
Apalagi pesaing tidak saja kompetitior usaha, kawan sekerja pun bisa menjadi ular kepala dua yang siap mematok rekan kerja yang lain.
“Sehingga itu hati-hati, chek and richek harus selalu dipelihara pebisnis, terutama dalam membubuhkan tanda tangan di setiap dokumen proses kerja,”ujar Pebisnis Sukses Ricky Donals berbagi tips kehati-hatian bekerja kepada pebisnis muda lewat media ini, Sabtu 13/5 di sebuah cafe dibilangan Kemang Jakarta.
Ricky Donals anak muda minang yang memulai usaha dari bawah dan pernah merasakan pahit getir persaingan dunia usaha mengatakan sudah hati-hati pun pebisnis masih bisa dikriminalisasi.
“Saya ajak anak muda terutama pebisnis muda berdarah minang selalu  berhati-hati terhadap apa saja bisnis yang ditekeninya, jangan asal tanda tangan dokumen proses kerja kalau tidak mau kena jerat kriminalisasi rekan kerja sendiri,”ujar Ricky.
Ricky Donals mengakui pernah mengalami persoalan dikriminalisasi dan itu lama berbekas meski setelah itu dia bangkit dan memulai dari nol, berikut penuturanna kepada media ini.
“Saya pernah mengalami kasus kriminalisasi,  dituduhkan melanggar prinsip kehati-hatian dalam bekerja, sempat terpuruk, tapi itu tidak membuat saya patah arang,”ujarnya.
Keterpurukan karena modus kriminalisasi inilah menjadi awal tekad, perantau Tanah Datar Sumbar ini menggeluti dunia bisnis kembali dan memanen kesuksesan sekarang ini.
“Awalnya saya hanya tertarik bekerja di bank, karier demi karier saya peroleh sampai saya menggapai gelar vice president di sebuah bank swasta di jakarta, namun Allah SWT berencana lain, ketika itu ada sebuah kredit macet dengan masa kredit berjalan sudah empat tahun,  dan selama jadi nasabah si kreditur selama 4 tahun tidak pernah wan-prestasi dalam membayar kewajibannya,”ujar Ricky mengingat awal suram menjadi bankers.
Tapi karena situasi industri sedang sunset, maka saat itu salah satu nasabah bank tempat Ricky Donals berkarir mulai mengalami kesulitan membayar cicilannya.
“Tapi manajemen bank saya, bukannya membantu mencarikan solusi, tapi justru mengkriminalisasi beberapa karyawan dengan tujuan menekan nasabah agar menyelesaikan kewajibannya,”ujar Ricky.
Padahal menurut Alumnus Unpad Bandung ini, keputusan memberikan kredit dilakukan oleh komite kredit yg terdiri dari direksi dan komisaris bank.
“Tapi apalah daya beberapa karyawan, melawan manajemen perusahaan yang merekayasa kriminalisasi tersebut. Bahkan proses hukumnya pun teramat panjang, hingga 11 tahun, karena  sulitnya penyidik penegak hukum mencari celah kesalahan dari beberapa karyawan itu,”ujar Ricky.
Dan akhirnya aparat penegak hukum hanya menjerat beberapa karyawan tadi dengan pasal ketidak hati-hatian dalam bekerja, sungguh luar biasa kriminalisasi waktu itu,”ujar Ricky yang termasuk dalam jejaring kriminalisasi tersebut, bahkan lebih tragisnya persoalan tersebut ada saja pihak yang menyebutnya sebagai pembobolan bank.
Ricky menjalankan proses penegakan hukum kepadanya, karena dia menjalani dengan ikhlas, apa yang disemainya dalam bingkai keikhlasan dan berserah diri kepada Sang Maha Kuasa akhirnya Ricky Donals mamanen kembali kesuksesan.
“Waktu itu saya selalu tetap ikhlas, karena saya yakin semua hal terjadi atas  kehendak Allah. Bahkan Alhamdulillah nikmat Allah yang saya peroleh sekarang merupakan hal yg tak pernah saya bayangkan sebelumnya,”uajr Ricky Donals.
Oleh sebab itu kata Ricky alumnus SMA negeri 3 Padang ini menghimbau generasi muda, selalu berhati-hati dalam memburu ambisi karier.
“Jangan mau disuruh atasan teken apapun dokumen kerja tanpa mempelajari dan paham apa yang akan kita tanda tangani,”ujarnya.
Soal pebisnis kena kriminalisasi memang bukan hal baru di Indonesia, termasuk soal kasus Ricky Donals dulu itu, menurut pandangan Ahli Hukum yang juga Advokat Senior DR Frederich Yunadi, SH. LLM. MBA dalam kriminalisasi kepada Ricky Donals tersebut sangat kentara sekali penegak hukum waktu itu keliru.
“UU Perbankan dengan pasal-pasalnya jelas, bahwa soal tanggungjawab tanggung renteng mulai jajaran komisaris, direksi sampai ke karyawan, tapi aneh kalau Ricky Donals (RD) sendiri dijerat pasal di UU Perbankan, dan itu hanya berdasarkan laporan dari seorang direksi yang mungkin saja sakit hati atau dendam kepada RD, apa ini tidak mengkriminalisasi RD waktu itu,”ujar.
Lalu soal proses kridit itu sudah melewati komite kridit di sebuah bank, dikaitkan dengan UU Perseroan Terbatas bahwa direksi bertanggungjawab terkait kerugian perusajaan, maka sehrusnya yang dihukum di kasus Ricky Donals justru direksi dari bank tempat dia bekerja itu.
“Tapi Ricky menjalani hukuman yang tidak semestinya ditimpakan ke-dia dan persoalan itu sudah selesai sekarang meski hukum dirasa tidak adil,”ujar Yunadi.
Tapi sungguh aneh kalau kini ada pihak-pihak kata Yunadi menggoreng lagi isue bahwa kasus tersebut adalah pembobolan bank, sungguh sangat aneh kata Yunadi.
“Ini justru pihak yang melontarkan isue itu, bisa diduga melakukan pelanggaran hukum, baik perbuatan melawan hukum, fitnah dan kalau disebar lewat media sosial bisa dijerat UU ITE,”ujarnya.
Terkait isue seperti itu, Ricky Donals menjawab serahkan saja kepada Allah SWT.
Dan jadikanlah setiap cobaan ini untuk untuk lebih bergiat dan berhati-hati lagi dalam melakukan sesuatu bisnis atau kerja.
“Oke, ini hanya sharring dan berbagi tips kepada pebisnis pemula, selamat berakhir pekan sahabat, generasi muda,”ujar pemilik nama lengkap Ricky Donals Nazir menutup perbincangannya. (wandi)
BAGIKAN