Perawat Meninggal, Nakes SPH Lepas dengan Haru

oleh -303 views
Di lepas haru perawat meninggal dunia di garda terdepan Covid-19 Selasa 17/6 (foto: screnshot)

Padang,— Sebuah video viral seorang perawat meninggal dunia, ditengah paramedis di Sumbar tengah berjibaku melawan Covid-19.

Tak ayal video menggambarkan pelepasan jenazah Riza oleh dokter da paramedis serta karyawan di Semen Padang Hospital membuat terharu siapa saja menyaksikan video berdurasi 1,5 minit lebih itu dan beredar di whatsapp group ‘kawal covid-19 Sumbar’ Selasa 16/6 kemarin.

Direktur Semen Padang Hospital (SPH) dr Farhan Abdullah membenarkan video yang beredar tersebut. Risa meninggal Selasa (16/06/2020) siang.

“Selamat jalan pahlawan, kami bangga dengan pengabdianmu, patah tumbuh hilang berganti, kami akan lanjutkan perjuanganmu sampai titik darah terakhir untuk lawan Covid-19 ini,” ujar Farhan dikutip dari langgam.id.

Di video  dipost @pdg24jam terlihat puluhan pegawai dan tenaga kesehatan berseragam biru dan putih tampak berjejer di sisi lintasan keluar parkiran gedung Semen Padang Hospital. Mereka memberikan penghormatan terakhir dengan menyanyikan lagu Gugur Bunga saat jenazah almarhumah dibawa ambulans.

Farhan mengatakan, almarhumah baru dinas sebagai perawat Covid-19 di lantai 5 SPH hari ini, dengan menggunakan APD level 3.

Namun, tiba-tiba almarhumah mengeluh nyeri di dada pagi tadi dan tidak sadarkan diri.

“Saat pingsan saya buka maskernya dari zona merah dan saya geser ke zona kuning. Kami lakukan pijit jantung luar dan oksigenasi dengan ambu bag dan pemberian oksigen. Setelah itu kita bawa ke ICU kita lakukan sesuai protokol penanganan cardiac arest dengan bed set monitor terpasang. Tapi tidak ada respon,” ujarnya.

Farhan yang memimpin penanganan tersebut mengatakan, spesimen almarhumah telah diambil. Saat ini sedang pemeriksaan spesimen.

Bahkan Farhan kemarin di whatsapp group ‘kawal covid-19 sumbar’ membuat chat yang menyesakan dada, bikin sedih siapa yang membacanya, berikut chat dr Farhaan Abdullah dikutip media ini dari whatsapp group tersebut:

Saya sudah hampir 30 tahun tidak pernah menangis kecuali saat ibunda wafat 2 thn yll .

Saat saya tidak bisa menolong Nakes ini saya menangis karena mereka adalah anak saya yg saya orang tuanya di SPH .

Ya allah berilah kelapangan di alam baqa krn dia syahid utk membantu saudaranya di garda depan lawan pandemi covid 19 ini.

Kami nakes tetap berjuang di garda depan . Lakukanlah protokol kesehatan pakai masker , jaga jarak , selalu cuci tangan .patah tumbuh hilang berganti kami tidak akan menyerah.(own)