Tak Seindah Dibayangkan, Inilah Suka Duka Jadi Duta SMA di Sumbar

oleh -1,125 views
oleh
1,125 views
Dzaki dan Fiva, Duta SMA yang tak seindah dibayngkan mereka menjalani program tindak lanjut. (adr)

 Tidak Didukung Sekolah hinga Dinas Pendidikan. Tapi Tetap Semangat Lakukan Sosialisasi

Padang,— Kebanggaan tak beriringan dengan penghargaan itu dirasakan sekali oleh Duta SMA Sumatra Barat. Jadi Duta SMA  tak seindah dibayangkan.

Padahal Duta SMA itu adalah program nasional diinisiasi Direktorat SMA Kemendikbudristek sejak 2022. Program bertujuan untuk menjaring peserta didik jenjang SMA yang memiliki karakter profil pelajar Pancasila, mampu menjadi pemangku kepentingan yang aktif, dan menjadi role model sebaya dalam bidang pendidikan, serta memiliki tiga core value yaitu, Sinergi, Mandiri, dan Aktif. Semoga publis ini dibaca oleh Masyarakat Menteri Nadiem Makarim!!!

Bagaimana nestapa nya menjadi Duta SMA, media ini mencoba mengekplorasi dua siswa penyandang brevet Duta SMA,  Muhammad Dzaki Al-Ayuby pelajar SMAN 3 Padang dan Fiva Zahara dari SMAN 1 Pantai Cermin.

Jadi Duta SMA keduanya sudah hampir setahun, Zaki, sapaan akrab Muhammad Dzaki Al-Ayuby, mengaku sudah menjalankan program rencana tindak lanjut (RTL) provinsi maupun individu.

Setelah kepulangan dari Penguatan Duta SMA di Jakarta, banyak program kerja Go To School ke beberapa sekolah di Kota Padang yang dilaksanakan  Dzaki.

“Awal bangga kak, jadi satu dari ribuan pelajar terpilih menjadi Duta SMA, tapi untuk menjalani program tindak lanjut, mulai terasa berat dan jauh dari perhatian baik sekolah maupun Dinas Pendidikan sendiri,”ujar Zaki ketika media ini menanyakan slsuka dan duka jadi Duta SMA.

Dua Duta SMA itu mulai merasakan ketika Dinas Pendidikan Sumatra Barat yang sebagai komando dari Duta SMA provinsi tidak pernah membantu dan mendukung program kerja dari duta sma tersebut, seperti surat ke sekolah tujuan, surat tugas hinga masalah pendanaan dalam kegiatan go to school tersebut.

Beberapa sekolah yang sudah dikunjungi oleh Duta SMA sebagai berikut SMAN 3 Padang,SMA Pmt Prof.Dr.Hamka II Padang,SMAN 13 Padang,SMAN 6 Padang,SMAN 16 Padang,SMAN 2 Padang, dan program bersama Duta SMA 2022 dan 2023 pada 4 Januari 2024 ke SMAN 3 & 4 Kota Solok dengan bekerja sama dengan Emina Padang untuk keberlangsungan kegiatan dikarenakan tidak ada dukungan dari Dinas Pendidikan Sumbar untuk surat dan pendanaan.

“Maaf kak, tidak ada, walau setiap minggu kami selalu ke dnas menanyakan kelanjutan program kami,”ujar Zaki.

Pada Go To School di sekolah sendiri yaitu SMAN 3 Padang, Zaki malah Duta SMA ini tidak diizinkan pihak sekolah untuk melakukan program kerja sama di sekolah sendiri.

“Pihak sekolah aku beralasan, dikarenakan tidak ada surat kegiatan dari dinas pendidikan ke pihak sekolah. Namun saya bisa dibantu oleh salah satu guru untuk masuk ke kelas beliau untuk memberikan sosialisasi tanpa sepengetahuan pihak pimpinan sekolah,”ujar Zaki.

Misal 12 Januari lalu, Zaki  Duta SMA 2022 & Duta SMA 2023 melakukan go to school ke SMAN 1 Padang dengan telah dikonfirmasi oleh pihak sekolah .

“Namun pada jam 10 Jumat itu saya menemui ketua OSIS nya menanyakan kendala atau keperluan untuk sosialisasi setelah Jumat . Pada setelah shalat jumat hingga jam 15.00 Wib , kami belum ada kelanjutan kegiatan dari pihak OSIS. Pada jam 3 sore lewat 11, saya menghubungi ketua OSIS nya namun pihak OSIS mengatakan tidak bisa dan pada malamnya pihak OSIA meminta maaf dan meminta schedule waktu . Kegiatan diundur menjadi jumat minggu besok,”ujar Zaki

Pas sehari jelang schedule waktu dijanjikan, Kamis nya Zaki menghubungi Ketua OSIS kembali menanyakan kegiatan  besok nya.

“Eee  tidak diizinkan pihak OSIS dikarenakan surat kegiatan tidak ada, padahal  sejak Desember, Duta SMA (kami) telah mengirimkan surat kegiatan ke wakil kesiswaan dan itu sudah dikonfirmasi,”ujar Zaki.

Artinya kata Zaki, dia merasa jadi Duta SMA tidak dipandang oleh Sekolah, dinas maupun pemerintah saerah .

Padahal menjadi Duta SMA, Zaki dan Fiva sudah melewati proses dan lewat seleksi  berhasil mewakili Sumbar dikancah Nasional.

“Berbeda terbaik dengan event- event sebelah, seperti Duta Siswa dari lembaga lain dan Parlemen Remaja yang didukung penuh oleh dinas pendidikan dan pemerintah setempat,”ujar Zaki.

Wakil Ketua Jaringan Pemred Sumbar (JPS) Almudazir dikonfirmasi terkait nestapa siswa.menjadi Duta SMA di Sumbar, geleng-geleng kepala.

“Waduh, kok bisa begitu, Duta SMA itu program Kemendikbud ristek, kok apresiasi dinas dan sekolah kayak begitu, kasihan kita kepada siswa tersebut, untung mereka tidak patah arang,”ujar Almudazir yang juga Ketua Perhimpunan Jurnalis Keterbukaan Informasi Publik (PJKIP) Sumbar, Jumat 23/2-2024 sore.(adr/rls)