Padang,--- Unit Bisnis Inkubasi Non Semen (BINS) PT Semen Padang telah memproduksi Semen Padang Bata Interlock atau lebih dikenal sebagai "sepablock".Staf Unit BINS PT Semen Padang Yelmi Arya Putra mengatakan sepablock merupakan produk turunan PT Semen Padang. Menurutnya dengan menggunakan sepablock untuk pembangunan rumah lebih hemat 10 persen dibandingkan menggunakan bata biasa.
"Kami telah melakukan uji coba, ada penghematan harga untuk pembangunan rumah tipe 36 meter persegi sekitar 10 persen dibanding bata bisa,"ujarnya saat Kunjungan Pimpinan Media di Area Konservasi PT Semen Padang, Indarung, Kamis 21/12-2023.Ia menambahkan, menggunakan sepablock akan menjadikan bangunan lebih sejuk karena didalamnya ada lobang-lobang untuk sirkulasi udara.
Selain itu, keunggulan sepablock lainnya, yaitu ramah gempa, karena interlock saling mengikat, sehingga tetap kokoh selama terjadi gempa."Ramah gempa ini maksudnya bukan aman dari gempa, tetapi mampu untuk memberi waktu untuk menyelamatkan diri saat terjadi gempa," ujarnya.
Bahkan pemasangan sepablock ini kata Yelmi ternyata sama seperti mainan lego dan tidak harus dikerjakan oleh tukang dengan keahlian khusus."Kita sendiri bisa memasangnya, di samping itu juga ada keunggulan interlock brick ini dibandingkan bata, yaitu tidak perlu acian atau diplester. Hanya diaci dan dicat, sehingga hemat dan ekonomis," katanya.Selain itu, interlock brick juga ramah lingkungan, permukaan yang halus dan presisi, sehingga mempunyai nilai estetika yang alami."Kami yakin sepablock akan diminati masyarakat karena desainnya mengedepankan estetika dan kekinian,"ujar Yelmi.
Ia menyebutkan, sepablock telah digunakan di beberapa daerah di Sumbar seperti Pasaman Barat.Saat pimpinan media melakukan explor PT Semen Padang itu didampingi Komisaris PT Semen Padang Khairul Jasmi dan Sekper PT Semen Padang Iskanda, Juga dipaparkan kepada para pimpinan media bagaimana revitalisasi ikan bilih untuk mendukung konservasi di Danau Singkarak, penggunaan energi terbarukan dengan menanam pohon kaliandra merah dan melihat langsung Pabrik Indarung I yang menuju Warisan Dunia yang saat ini telah didaftarkan ke UNESCO.(kit/adr)
Editor : Adrian Tuswandi, SH

