Bahaya Covidiot Next New Normal

oleh -133 views
Prof Elfindri (foto: dok)

Oleh: Elfindri/ Dir. SDGs Unand

MEMANG kita baru memiliki pengalaman, bahwa covid-19 membuat kurvanya berayun. Naik pada awal kemudian kembali landai, dan kemudian naik lagi.

Ibarat kita membuat gambar gunung waktu Sekolah Dasar, gunungnya beranak. Gunung utama dan anak gunung.

Pada masa menaik, kehidupan biasa ‘normal life’. Dengan pandemi, karena serba ketidak pastian, pembatasan sosial berskala besar *PSBB* telah membuat kehidupan baru sebagian besar masyarakat.

Kehidupan yang dinyatakan sebagai new normal yaitu : Kehidupan pada masa ini, ditandai dengan protektif diri cuci tangan dengan sabun, pakai masker, phisical distancing dan aktifitas rumah.

Manusia yang biasa lepas mendadak mengikuti karantina mandiri. Baik yang terinfeksi maupun yang tidak sama sama menjalani karantina diri di rumah.

Ini telah membuat berbagai konsekwensi. Diantaranya perubahan pola berbelanja, pola pekerjaan dan aktifitas, serta segala bentuk bertahan diri.

Ketika larangan mudik berlaku, ketika itu penyesuaian dilakukan oleh masyarakat. Tadjuddin Efendi dalam tulisannya di Kompas menyebutkan migrasi kembali mudik merupakan survival strategies dalam menghadapi new normal.

Ini berkonsekwensi migrasi covid-19 merebak ke mana tujuan pemudik kembali. Ada yang fatal ada yang aman saja.

Cuman saja pada saat new normal, sekitar sepertiga masyarakat tidak paham maksud bekerja di rumah.

Kajian Universitas Andalas menemukan ketika evaluasi terhadap PSBB dilakukan. Sepertiga berbuat seperti biasa. Tidak pakai masker yang benar, keluyuran di jalan jalan, dan ini pada umumnya terjadi pada kawasan padat pengunjung.

Apalagi lima hari menjelang lebaran datang. Covidiot terlihat, banyak masyarakat yang kembali tidak disiplin.

Tapi jikapun new normal kehidupan, maka masih mungkin kita akan menghadapi kehidupan setelah itu.

Fase yang diistilahkan next new normal.

Kali ini fase pada peningkatan jumlah terkena virus. Di China lebih 100 juta mengalami karantina baru. Di Perancis ketika sekolah dibuka ketemu kasus anak anak terinvensi covid 19 sebanyak 70 orang. Sekolah ditutup. lagi.

Kejadian-kejadian ada saja di masing masing negara yang mengklaim sudah menurun kasus covid-19.

Pada fase 3 next new normal ini justru nafas kita sudah mulai habis. Persedian alat kesehatan kalaupun ada di pasaran uang tidak cukup membelinya. Masyarakat terlalu lama tidak bisa bekerja atau menganggur.

Agar kita bisa hidup jauh lebih baik pada masa menuju penurunan kurva covid19, maka sebaiknya penegakan protokol dan menjaga protokol jalan di tengah masyarakat merupakan kerja baru dan membosankan. Tapi perlu.(analisa)