ROMANTIKA PEMIMPIN DENGAN RAKYATNYA ( Dek Saiyo Batuah Kato )

Wanipin (dok)
Wanipin (dok)

Saya rindu hidup saling harga menghargai, tenggang menenggang, hormat menghormati.Pemimpin dan rakyat saling kasih saling sayang saling rindu. Saya rindu suasana romantis antara rakyat dan pemimpinnya.

Kalau memang benar pemimpin ditinggikan seranting dan didahulukan selangkah, mengapa ranting kau patah lalu kau tusukkan ke mata pemimpin kita?Kalau memang pemimpin didahulukan selangkah mengapa ketika pemimpin baru mulai melangkah sudah kau simpai dan kau patahkan ramai ramai?

Saya rindu, pemimpin dan rakyatnya saling berpeluk mesra di padang lapang kebahagiaan untuk bersama."Kata" jangan sampai kehilangan tuah. Bertuahnya sebuah kata karena " Saiyo".

Hilang saiyo, lanyok tuah kato.Kato kalau tak lagi bertuah, tak lagi sakti, tak lagi keramat, maka ia akan menjelma menjadi pisau, menjadi sembilu, menjadi tombak yang saling melukai.

Saya sedih saja...dan saya tahu bahwa grup wa ini adalah grup tempat di mana berhimpunnya orang orang hebat, orang orang tokoh, orang orang pemimpin, orang cerdik pandai, orang orang terpandang dan orang orang gadang.Saya sebagai orang ketek, sedih saja bila membaca pikiran saling menyerang, saling menjatuhkan, saling menertawai, saling membenci dan kadang kadang saling berupaya mengeksistensikan diri dan berupaya biar dianggap orang sebagai orang hebat, orang pintar dan orang yang segala galanya.

Dan saya yakin, keadaan begitu bukan di grup ini, tapi ada di grup " lain hati".Sekali lagi, bukan di grup ini.

Adat di gelanggang memang begitu, penonton lebih hebat dari petarung.Komentator lebih jago dari para kompentitor. Komentator lebih lincah ngomongnya dari mentor. Kadang kadang kejadian begitu, sering! Heh?

Kalau sekiranya budaya saling serang, saling tekan, saling hantam, saling sikut, saling simpai menjadi wabah, maka bersiaplah menerima pandemi kehancuran sosial.Alam tidak suka dengan pertikaian. Alam membenci peperangan. Alam menolak permusuhan.

Pertikaian dan permusuhan adalah sumbu bencana.Saya orang ketek. Maaf. Bukan siapa siapa. Saya mengajak semua insan yang punya hati menjauhi perdebatan yang menghasilkan permusuhan dan kebencian.

Saya cak inan, rakyat atau masyarakatnya tanpa gaduh dan tidak gampang disulut hoaks.Saya bermimpi, masyarakatnya hidup harmonis dengan pemimpinnya.

Editor : Adrian Tuswandi, SH
Banner Ultah Golkar 20
Tag:
Bagikan

Berita Terkait
Terkini