Keseriusan Pemerintah Membangun Papua Diapresiasi DPR dan Peneliti

Pemerintahan Presiden Jokowi dinilai pada rel keseriusan membangun Papua, benang merah diskusi di Dewan Pers Senin 27/11 siang. (foto: dok)
Pemerintahan Presiden Jokowi dinilai pada rel keseriusan membangun Papua, benang merah diskusi di Dewan Pers Senin 27/11 siang. (foto: dok)
[caption id="attachment_4656" align="aligncenter" width="1032"] Pemerintahan Presiden Jokowi dinilai pada rel keseriusan membangun Papua, jadi benang merah diskusi di Dewan Pers Senin 27/11 siang. (foto: dok)[/caption]

Jakarta,---Apa yang dilakukan Pemerintahan Presiden Jokowi di Papua ternyata mendapatkan apresiasi dari berbagai kalangan berbagai latar mulai anggota DPR hingga Peneliti.

Seperti, Bobby Adhityo Rizaldi, Anggota Komisi I DPR RI dari Fraksi Golkar mengatakan, masifnya pembangunan infrastruktur di Papua menjadi bukti nyata keseriusan Pemerintahan Jokowi memajukan Papua. Bobby mencontohkan pembangunan jalan Trans Papua yang menghubungkan Papua dan Papua Barat, jembatan, bandara, bendungan, dan lain sebagainya.

 

“Memang dulu partai saya tidak mendukung Jokowi pada 2014, namun kita harus mengakui, untuk Papua sudah banyak sekali yang dilakukan Pemerintahan Jokowi-Jusuf Kalla. Sampai sekarang sudah enam kali Jokowi berkunjung ke Papua. Dana yang diberikan Pemerintah Pusat ke Papua juga sangat besar”, kata Bobby Adhityo pada Senin 27/11 siang, pada diskusi di Gedung Dewan Pers, Kebon Sirih, Jakarta Pusat.

 

Diskusi diadakan Social Media for Civic Education (SMCE) dengan tema: Peran Media Dalam Membangun Optimisme Dan Nasionalisme Papua. Selain Bobby Adhityo, hadir juga sebagai narasumber Peneliti Senior LIPI (Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia), Adriana Elisabeth dan Direktur Eksekutif Komunikonten, Hariqo Wibawa Satria.

 

Sebelum menyampaikan materinya, Adriana Elisabeth menanyakan kepada 93 peserta diskusi yang hadir, siapa diantara kalian yang sudah membaca roadmap Papua, dia kemudian menyarankan agar generasi muda lebih giat membaca dan mencari informasi terkait Papua, dengan tidak hanya membaca berita tapi juga buku dan dokumen.

 

“Kita harus memahami sejarah Papua, tanpa itu kita tidak bisa bicara tentang Papua. Mereka di Papua adalah saudara-saudara kita, bukan orang lain.  Kita dari LIPI mengusulkan dialog nasional terkait Papua, tujuannya agar kita saling memahami, tentunya kita ingin Papua selamanya dalam NKRI," ujar Adriana Elisabeth.

Sebenarnya kata Adriana, Presiden Jokowi sudah menunjuk tiga orang sebagai person in charge guna memfasilitasi dialog. “Jadi sudah ada kemajuan, tinggal ini dimaksimalkan. Ini sebuah kemajuan, jadi selain pembangunan infrastruktur yang memang patut kita apresiasi, jalur dialog pun sudah ditempuh Pemerintah.

Editor : Adrian Tuswandi, SH
Banner Ultah Golkar 20
Tag:
Bagikan

Berita Terkait
Terkini