Maka dari itu memberi informasi dan pengetahuan sangat perlu dilakukan oleh berbagai elemen masyarakat seperti pemerintah, NGO dan instansi terkait. Ada upaya pembangunan kecerdasan literasi masyarakat melalui Gerakan literasi yang efektif dan efesien minimal kampanya anti panic buying.Lebih lanjut kampanye oleh pemerintah, Ngo dan institusi terkait di media sosial kepada masyarakat untuk tidak panic buying, berbelanja dalam jumlah yang relative banyak,belanja yang tidak sesuai kebutuhan hendaknya dilakukan secara efektif, ada penanaman pengetahuan dan nilai kesadaran atas dampak panic buying karena hari ini memang masyarakat masih memiliki rasa ketakutan, merasa kebutuhan minyak adalah suatu kebutuhan yang mendesak serta atensi masyarakat yang masih kurang terhadap informasi di media sosial. Maka diperlukan upaya strategi literasi masyarakat untuk panic buying.
Pemerintah diharapkan dapat segera mengatasi persoalan panic buying , pemerintah menjamin ketersediaan bahan pokok dan ketersedian produk yang dibutuhkan, menambah stok barang dan melakukan operasi pasar guna menjamin ketersediaan produk yang diperlukan masyarakat, baik masyarakat perkotaan maupun desa.Adapun sikap dan pengetahuan yang urgen ditanamkan diantaranya
lakukan cek kebenaran klaim suatu priduk, apakah barang asli dan juga mengecek apakah produk ini juga sangat dibutuhkan orang lain sehingga kita tidak merebut stok orang yang sangat membutuhkan seperti pedagang gorengan, pedagang makanan. Dan tak perlu cemas bila kehabisan minyak goreng.Membangun Empati
Mungkin kita sering mendengar penimbunan barang langka dan kenaikan harga besar -besaran oleh oknum tertentu, bikin pertanyaan diri ? apa bedanya jika anda memborong minyak goreng sebagai stok persediaaan di rumah.Menghindari berbelanja berlebihan adalah Tindakan empati, paham dan memahami perasaan orang lain. Jika tidak ada empati berate hilang rasa tolong menolong kita dan menciptakan rasa individualisme yang tinggi . sebagai masyarakat yang sadar, lebih baik membeli barang sesuai dengan kebutuhan, tidak melakukan panic buying yang membabi buta
Berpikir PositifBersikap tenang dan tak perlu berlebihan serta berpikiran positif dalam situasi gawat dan darurat ini, erpikir positif menghindari stress mental sehingga imun tubuh tetap kuat ditengah pendemi yang masih bersemayam di negeri ini.Pemerintah sudah membuat kebijakan untuk mengatasi panic buying yang terjadi di tengah masyarakat namun akan lebih bijak lagi kalau masyarakat memiliki kesadaran untuk mencegah panic buying. Sehingga kelangkaan akan barang dari satu sisi masyarakat dapat di atasi.Kesimpulan
Sebagian masyarakat Indonesia memang mengalami kecemasan di masa pendemi ini, salah satunya terjadinya gangguan psikologis seperti kecemasan , kecemasan ini mendorong masyarakatuntuk panic buying yang mempengaruhi prilaku berbelanja, panic buying adalah sebagai antisipasi apabila harga minya mengalami kenaikan dan langka .Faktor pendorong terjadi panic buying akan minyak goreng adlah ketakutan akan kenaikan harga , takuta taka da stok lagi, khawatir tidak bisa keluar rumah lagi, ingin memenuhi kebutuhan sendiri, memuaskan rasa ketenangan dan kebutuhan akan minyak goreng tersebut, faktor ini juga dialami oleh berbagai negara
Editor : Adrian Tuswandi, SH