Ini Lebah Galo-galo Bisa Perkuat Ekonomi Keluarga, Yuk Buktikan!!!

Kegiatan Sosialisasi dan Edukasi Budidaya Galo-Galo sebagai Penguat Ekonomi Keluarga di Lapas Perempuan Kelas II B Anak Aia Padang, 26 April 2022. (dok)
Kegiatan Sosialisasi dan Edukasi Budidaya Galo-Galo sebagai Penguat Ekonomi Keluarga di Lapas Perempuan Kelas II B Anak Aia Padang, 26 April 2022. (dok)

Sejak sepuluh tahun terakhir serangga yang dikenal sebagai penyerbuk unggul bagi pertanian ini telah dibudidayakan di Indonesia dan Malaysia. Madunya lezat dengan rasa yang khas, produk lainnya seperti bee polen dan propolis terkenal sangat berkhasiat sebagai suplemen, bahan obat maupun kosmetika.Alhasil, produk galo-galo yang kaya khasiat ini membuat harganya cukup bersaing di pasaran. Peluang ekonominya pun baik. Jumlah peternak galo-galo dewasa ini semakin bertambah.

“Bagamana memindahkan galo-galo liar ke kotak budidaya Bu?," celetuk peserta lesamtren di Mushala Lapas wanita itu."Sejak mulai kita pelihara koloni di rumah, berapa lama akan bisa panen Bu?,$sambungbya lagi.

Silih berganti kami bertanya jawab, semua bersemangat, rasanya tak berbeda dengan saat seminar, atau dengan suasana kuliah dengan mahsiswa di kampus, terjadi interaksi yang sangat positif.Boleh dikatakan, respon warga Lapas terhadap materi yang diberikan bahkan lebih proaktif dari rata-rata, mungkin karena mereka punya banyak latar belakang dan pengalaman di tempat tinggal masing-masing. Mereka berasala dari berbagai kabupaten dan kota.

“Untuk pemasangan kotak bagi koloni galo-galo, kami juga kuat kok, Bu, tenaga kami tak kalah dari laki-laki hlo..”, kata Uni Ta (bukan nama sebenarnya) ketika ada gagasan untuk mempraktekan langsung budidaya di lingkungan lapas .“Mama ingin pula beternak nanti kalau sudah keluar dari lapas ini, InsyaAllah hanya beberapa bulan lagi”, kata seorang Ibu yang dipanggil Mama oleh warga lainnya. Kami ingin pula mencoba di Kampung nanti…”, kata seorang Ibu bersahaja yang dipanggil Nenek S oleh para yuniornya.

Mahasiswi pun tak luput diajak berdikusi walau waktu amatlah sempit. Terasa betul kerinduan warga lapas untuk berinteraksi, maklum, sejak pandemi ini tak ada lagi jadwal berkunjung keluarga seperti sebelumnya, alangkah dahaga saudara kita ini, menahan rindu pada keluarga…Sebelum acara berakhir dan warga lapas diarahkan petugas kembali ke sel, sebagian besar mengangkat tangan dan menunjukkan niat yang besar untuk mencoba berbudidaya lebah galo-galo nantinya.

Galo-galo adalah lebah tidak bersengat dan bisa diternakkan dilingkungan rumah, dapat membuat lingkungan tambah asri, karena agar madu banyak, kita akan berlomba menyiapkan bunga-bunga terbaik sebagai sumber pakannya. Terbuka pula peluang usaha pembibitan bunga, buah dan tanaman lainnya bagi sesama peternak nantinya.“Kami optimis, jika kita tindaklanjuti, kegiatan budidaya galo-galo ini dapat menjadi salahsatu kegiatan pembinaan unggulan bagi warga lapas!’, jelas Kepala Seksi Pembinaan Narapidana dan Kegiatan Kerja (Kasi Binapigiatja), Yulidasni saat menerima Penyerahan Plakat dari Univeritas Andalas, amanah dari Ketua Jurusan Biologi FMIPA UNAND, Dr. Wilson Novarino yang sangat mendukung Program Pengabdian Masyarakat ini.

‘Aisyiah Sumatera Barat juga sangat senang bahwa kegiatan mereka telah berjalan sesuai harapan dan mendapat sambutan yang baik dari semua pihak.Mahasiswi yang tadinya merasa gelisah ketika baru pertamakali masuk lingkungan lapas, setelah berkegiatan bersama merasa terkesan dan bersyukur.

“Terimakasih ya Bu, telah membolehkan kami ikut menjalani kebersamaan dengan saudara kita di Lapas hari ini…, rasanya luar biasa diajak berkomunasi olah Ibu-Ibu dan kakak-kakak tadi, mereka memperlakukan kami dengan sangat bersahabat seperti keluarga… Tentu mereka sangat rindu keluarga ya Bu…”, mereka saling menimpali.Menjelang waktu zuhur, kami telah dalam perjalanan kembali menuju Kampus Bukik Karamuantiang di Limau Manis Padang sana. Jelas bahwa kegiatan masih harus berlanjut ke depan.

Semoga kita dapat memenuhi harapan warga lapas untuk mencoba berbudidaya galo-galo dan menanam banyak bunga dan tumbuhan lainnya di halaman lapas. Semoga para lebah Galo-galo yang akan datang dan pergi di antara bunga-bunga Lapas dapat menjadi penghibur, penyalur semangat berkegiatan dan pekatnya rasa rindu warga lapas untuk kembali menjalani kehidupan yang lebih baik di masa depan, utamanya menjadi insan yang lebih baik dimata Sang Khalik.Aamiin.

(Penghujung Ramadhan, 1443,HH)(analisa)

Editor : Adrian Tuswandi, SH
Banner Ultah Golkar 20
Tag:
Bagikan

Berita Terkait
Terkini