Dilema Perempuan 'Kemarin' dan Bangganya Melihat Perempuan 'Hari Ini' di Minangkabau

Tri Oktaviana, Mahasiswa FISIP UNAND. (dok)
Tri Oktaviana, Mahasiswa FISIP UNAND. (dok)

Akan tetapi, diskriminasi pun tak dapat terelakkan meskipun partisipan pada pemilu didominasi perempuan, akan tetapi mereka juga tidak berpihak pada calon perempuan.Di minangkabau, dengan budaya yang masih sangat lekat hingga saat ini, kaum perempuan sudah mulai beranjak dari kebiasaan orang minang dahulunya, namun hari ini mereka sudah bisa meraih ilmu setinggi mungin sampai mendapatkan gelar.

Kemudahan teknologi dan ilmu pengetahuan yang semakin mudah untuk didapatkan juga membantu perempuan hari ini dalam mendapatkan ilmu pengetahuan yang sebanding dengan laki-laki. Artinya tidak ada lagi alasan mengapa perempuan tidak bisa dipercaya mengemban amanah sebagai pemimpin atau duduk di kursi pemerintahan layak nya laki-laki.Di samping itu, pentingnya melihat kesetaraan gender antara laki-laki dan perempuan yang sama -sama memiliki potensi dan ilmu pengetahuan yang sama tentunya juga berhak mendapatkan kesempatan yang sama untuk memimpin, belajar, dan menambah ilmu pengetahuannya.(analisa)

Editor : Adrian Tuswandi, SH
Banner Ultah Golkar 20
Tag:
Bagikan

Berita Terkait
Terkini